TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pasca kenaikan harga BBM Non Subsidi diberlakukan, Rabu (2/9/2026), di SPBU antrean kendaraan yang ada mengisi BBM sedikit bertambah.
Misalnya saja di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah yang berada di kawasan kota. Antrean kendaraan sedikit lebih banyak di pagi hari, baik kendaraan yang mengisi pertalite maupun solar.
Dari arah Teluk Kuantan, antrean kendaraan hingga ke depan Toko Damai. Sementara dari arah Pekanbaru, antrean kendaraan berbahan bakar solar hingga ke depan rumah mantan Wakil Bupati Kuansing H Halim di Sungai Jering pada pagi hari.
Baca Juga: DPRD Kuansing Belum Terima Usulan APBD Perubahan 2026, Pemkab Masih Finalisasi
Sementara pada pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan sudah jauh berkurang untuk solar. Sementara untuk pertalite, tidak ada antrean, karena pasokan pertalite sudah habis.
Menurut bagian administrasi SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna yang dikonfirmasi menyebutkan, perubahan kondisi antrean kendaraan yang sedikit lebih ramai itu bukan dampak dari kenaikan harga baru BBM non subsidi. Namun lebih kepada kebutuhan pengendara usai pacu jalur.
"Tak ada pengaruh dari kenaikan harga BBM non subsidi yang baru, mungkin karena SPBU kita berada di tengah kota," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Mesin Rusak, Warga Rangsang Pesisir Harus Rela Listrik Padam hingga 8 Jam Setiap Hari
Untuk pertalite, Mega menyebutkan kalau pasokan yang masuk Selasa (1/9/2026) malam sebesar 16 KL. Sementara untuk kuota masuk Rabu (2/9/2026) malam 32 KL.
Sementara dari data Dinas Kopdagrin yang disampaikan oleh Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Dinas Kopdagrin Kuansing, untuk kuota BBM di SPBU PT Amanan Insan Mulya Nomor 14.293.640 Sungai Jering, yang masuk pada Selasa malam Pertalite sebesar 16 KL dan Solar 24 KL.
Sementara stok pagi untuk Pertamax Turbo 995 Liter, Pertamax 92 1.758 Liter, Pertalite 17.772 Liter, Dexlite 839 Liter, Solar 24.383 Liter. Mereka pun akan tetap memantau pasokan BBM di SPBU wilayah Kuansing.
Editor : Rinaldi