TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM yang setiap hari mengular di SPBU, mulai berdampak pada beberapa harga sembako dan harga jual barang bangunan seperti semen.
Di wilayah Kabupaten Kuansing, beberapa harga sembako seperti cabai merah keriting, rawit merah, rawit hijau, tomat, kacang panjang, sawi hijau merangkak naik.
Dari pantauan harga yang dilakukan oleh Dinas Kopdagrin Kuansing, cabe merah keriting dari Rp60.000 naik menjadi Rp65.000 per kg. Rawit merah dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kg, rawit hijau dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kg.
Baca Juga: Diduga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA di Mandau Melonjak
Kemudian, tomat dari Rp13.000 menjadi Rp25.000 per kg. Kacang panjang dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kg, sawi hijau dari Rp12.000 jadi Rp25.000 daging ayam ras juga naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kg. Daging sapi dari Rp135.000 menjadi Rp140.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan karena pemasukan dari luar berkurang disebabkan sulitnya untuk mendapatkan BBM.
"Ini dipengaruhui pasokan kurang dari luar karena sulitnya mendapatkan BBM. Mobil pengangkut komoditi tidak lancar, mereka kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Sehingga menganggu distribusi pasokan," ungkap Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Drs Masnur MM melalui Pejabat Pengawas Perdagangan, Herlinawati, Selasa (8/9/2026) di Telukkuantan.
Sementara untuk harga beras, minyak goreng maupun gula, masih stabil atau tidak mengalami kenaikan. Beras Bola Naga masih tetap Rp15.300 per kg. Beras Topi Koki tetap Rp15.500 per kg. Beras SPHP Rp13.100 per kg. Kemudian gula pasir curah masih tetap Rp19.000 per kg, gula pasir premium Rp19.800 per kg. Minyak goreng curah Rp19.200 per liter, minyak goreng premium Rp23.000 per liter, MinyakKita Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Manajemen Talenta Perdana, Seleksi 5 Kepala OPD Meranti Masuki Tahap Penentuan 3 Besar
Selain harga sembako yang mulai naik, harga barang bangunan seperti semen juga naik. Selain naik, pasokannya pun sulit didapat.
"Semen sekarang Rp85.000 per sak. Dan jarang masuk," kata Adam salah seorang pengelola toko bangunan di Sungai Jering.
Adam menyebutkan, dalam satu minggu itu semen hanya dua kali masuk. Itu pun mobil L300. Kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh antrean BBM di SPBU sehingga mengganggu distribusi.
Herlinawati mengatakan, antrean kendaraan di SPBU itu sama terjadi di daerah lain. Dia pun tidak mengerti apa yang menjadi penyebab. Di Kuansing saja, misalnya, pasokan BBM masuk setiap hari tetapi antrean juga mengular panjang.
Baca Juga: Minta Hujan Turun, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Salat Istisqa
"Kalau normal punya kendraaan, rute dalam kota saja, itu sekali tiga hari baru isi. Kalau normal seperti ini, tidak akan antre di SPBU," ujarnya.(dac)
Editor : Edwar Yaman