Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diduga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA di Mandau Melonjak

A
Penulis: Abu Kasim❯
Petugas dari Satgas Karhutla menyemprotkan air untuk memadamkan api yang menyebabkan asap di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir pada Senin (7/9/2026).(Istimewa)
Petugas dari Satgas Karhutla menyemprotkan air untuk memadamkan api yang menyebabkan asap di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir pada Senin (7/9/2026).(Istimewa)

Advertisement

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Riau dan Kabupaten Bengkalis, membuat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Duri, Kecamatan Mandau meningkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, peningkatan kasus di wilayah Kota Duri mulai terlihat sejak Januari sampai September 2026. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis Ermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengatakan berdasarkan grafik perkembangan kasus, terdapat perbedaan wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi antara 2025 dan 2026.

Advertisement

“Ya, kalau kita lihat dari grafik, pada tahun 2025 kasus ISPA terbanyak berada di Kecamatan Bengkalis. Sementara pada tahun 2026, kasus terbanyak berada di Kecamatan Mandau,” ujar Irawadi, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 28.241 kasus ISPA di Kabupaten Bengkalis. Namun, angka tersebut belum dapat secara langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan kasus dibandingkan dengan keseluruhan kasus pada 2025.

Advertisement

Ia menjelaskan, indikator yang lebih penting untuk melihat kemungkinan dampak kondisi udara terhadap kasus ISPA adalah perubahan pola kasus di wilayah tertentu, khususnya Kecamatan Mandau.

“Yang dapat menggambarkan dampak asap terhadap peningkatan kasus ISPA pada tahun 2026 adalah peningkatan kasus, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau. Salah satunya terlihat dari kasus ISPA yang tercatat di Puskesmas Duri Kota,” ujarnya.

Peningkatan tersebut menjadi perhatian, karena dalam beberapa waktu terakhir kondisi cuaca dan kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis turut dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Irawadi mengimbau, masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang kurang baik. Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih guna membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan mengurangi risiko iritasi akibat paparan udara yang kurang baik.

Ia menyebutkan, dalam kondisi cuaca seperti sekarang, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih untuk menjaga saluran pernapasan dan mencegah iritasi. Jika keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ajak Masyarakat Bengkalis Bangun Desa

Ajak Masyarakat Bengkalis Bangun Desa

75 kepala desa di Bengkalis dikukuhkan kembali, didorong meningkatkan pelayanan, pembangunan, transparansi anggaran, dan kesejahteraan masya

Bupati Bengkalis Ikut Padamkan Api Karhutla di Sungai Meranti

Bupati Bengkalis Ikut Padamkan Api Karhutla di Sungai Meranti

Bupati Bengkalis Hj Kasmarni langsung meninjau kondisi Karhutla dan ikut melakukan pemadaman di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir

Edarkan 34 Paket Sabu, Empat Pria di Simpang Puncak Bengkalis Dibekuk Polisi

Edarkan 34 Paket Sabu, Empat Pria di Simpang Puncak Bengkalis Dibekuk Polisi

Diduga edarkan 34 paket sabu, empat pria yang tinggal di Simpang Puncak, Desa Boncah Mahang diamankan Tim Opsnal Polsek Mandau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer