TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) -- Hampir satu bulan Kabupaten Kuansing di selimuti asap. Kondisi itu pun menyebabkan kasus ISPA terus bertambah.
Meski sejauh ini tidak ada warga yang harus dirawat intensif karena serangan ISPA berat, tetapi jumlahnya terus bertambah setiap hari. Banyak warga yang terserang ISPA ringan.
Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kuansing, selama 28 hari wilayah Kabupaten Kuansing diselimuti asap, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.363 kasus. Data ini adalah laporan dari semua puskesmas di wilayah Kabupaten Kuansing.
Baca Juga: Hadapi Kabut Asap, Dana BOS Bisa Dipakai Beli Masker dan Kipas
"Jadi dari data penanganan kasus yang dilakukan seluruh puskesmas, selama 26 hari terakhir ini kasus ISPA mencapai 1.363 kasus. Jumlah ini jauh naik dibandingkan sebelum asap menyelimuti Kabupaten Kuansing," ujar Kadis Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani, Kamis (17/9/2026) di Teluk Kuantan.
Helma Muliani menjelaskan, angka itu dihitung sejak tanggal 19 Agustus 2026. Di tanggal 19 Agustus 2026 tercatat sebanyak dua kasus, tanggal 20 Agustus 2026 sebanyak dua kasus, tanggal 21 Agustus 2026 sebanyak tiga kasus, 22 Agustus 2026 sebanyak dua kasus, 23 Agustus 2026 nihil.
Kemudian 24 Agustus 2026 naik menjadi 76 kasus. Tanggal 25 Agustus 2026 sebanyak 50 kasus. 26 Agustus 2026 sebanyak 108 kasus, 27 Agustus 2026 sebanyak 115 kasus, 28 Agustus 2026 sebanyak 125 kasus dan tanggal 29 Agustus 2026 sebanyak 69 kasus. Kemudian tanggal 30 Agustus 2026 sebanyak 10 kasus, 31 Agustus sebanyak 86 kasus.
Baca Juga: Tangkap Sindikat Produsen SIM Palsu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Diganjar Penghargaan
Tanggal 1 September 2026 sebanyak 82 kasus, 2 September 2026 sebanyak 52 kasus, 3 September 2026 sebanyak 59 kasus, tanggal 4 September 2026 sebanyak 61 kasus, tanggal 5 September 2026 sebanyak 32 , tanggal 6 September 2026 tanpa kasus (0) dan tanggal 7 September 2026 sebanyak 59 kasus.
Kemudian tanggal 8 September 2026 sebanyak 49 kasus, 9 September 2026 sebanyak 38 kasus, 10 September 2026 sebanyak 31 kasus, tanggal 11 September 2026 sebanyak 12 kasus, tanggal 12 September 2026 sebanyak 16 kasus.
Tanggal 13 September 2026 sebanyak 21 kasus, 14 September 2026 sebanyak 54 kasus. Kemudian tanggal 15 September 2026 sebanyak 65 kasus, tanggal 16 September 2026 turun menjadi 18 kasus dan tanggal 17 September 2026 naik lagi menjadi 66 kasus.
Baca Juga: Plt Bupati Muklisin Apresiasi Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang Turun ke Kuansing
Jumlah itu menyerang semua kelompok umur. Bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa dan Lansia. "Yang paling banyak orang dewasa. Karena banyak beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.
Helma Muliani kembali mengingatkan agar masyarakat bisa mengurangi aktivitas di luar rumah terutama ibu hamil, bayi, balita, anak, Lansia dan yang beresiko tinggi. Menggunakan masker saat di luar rumah, banyak meminum air putih, dan makan makanan bergizi.
Di tanya ketersediaan masker, Helma Muliani menyebutkan kalau Dinas Kesehatan sudah mendistribusikan sebanyak 3000 kotak masker ke seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Kuansing.
Baca Juga: Pasokan Tersedia, Antrean BBM Masih Tetap Terjadi di Kuansing
"Kita sudah mendistribusikan 3000 kotak masker ke seluruh puskesmas. Satu kotak berisi 50 masker sekali pakai," kata Helma Muliani.
Saat ini, Diskes Kuansing masih memiliki persediaan masker sebanyak 2.320 kotak. Namun dalam pekan ini akan tiba sebanyak 7000 kotak/masker dari kegiatan pengadaan Diskes Kuansing tahun 2026.
"Kalau soal ketersediaan masker, kita ada. Namun tentu tidak akan mencukupi," kata Helma Muliani menjelaskan. Diskes Kuansing juga meminta tambahan 1000 kotak masker ke Dinas Kesehatan Riau. "Dan berapa yang disetujui, kami masih menunggu jawaban Diskes Riau," ujarnya.
Editor : Rinaldi