TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Asap masih terlihat di Kabupaten Kuansing. Kondisi ini membuat kualitas udara Kuansing masih berada di level tidak sehat.
Kabut asap yang terjadi sudah menerpa Kabupaten Kuansing persis dua bulan lamanya. Sejak munculnya asap pada 19 Agustus 2026 lalu.
Kondisi ini membut warga risih dan tidak nyaman. Karena membuat aktivitas warga terganggu. Belum lagi ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengancam kesehatan anak-anak maupun orang lanjut usia (lansia).
Baca Juga: Evaluasi RAPBD-P Rohul 2026 Tuntas, BPKAD Jemput SK Gubri
Ini diungkapkan beberapa orang warga Teluk Kuantan yang ditemui Riaupos.co, Senin (19/10/2026). "Asap membuat kita tidak nyaman. Semua aktivitas terganggu dan mengancam kesehatan," ungkap Doni salah seorang warga Desa Sawah Teluk Kuantan.
Meski dia, istri dan anak-anaknya tidak terkena dampak yang parah, tetapi kabut asap mulai mengancam kesehatan terutama anak dan orang tuanya.
"Itu nampak pada anak saya dan neneknya yang mengeluh kabut asap. Bernafas kadang sedikit sesak terasa oleh nenek kami dan tetangganya. Tapi harus bagaimana, asap yang terlihat kiriman daerah lain," ujarnya.
Baca Juga: Akhyar Ilyas Bawa PSPS Fokus Menang di Setiap Pertandingan
Anaknya yang masih sekolah dasar, sering mengeluh kalau asap terlalu tebal. Badan terasa lemas, pilek dan sakit kepala. Untung saja, istrinya yang pegawai kesehatan selalu mengontrol kesehatan anak dan keluarga. Menyiapkan obat-obatan. Seperti obat batuk, pilek, demam dan vitamin.
"Tapi kan tidak semua warga dan orang tua waspada," ujarnya.
Dengan kondisi asap seperti ini, kata Doni, pemerintah harus peduli dengan kondisi kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Dia menilai kebijakan Pemkab Kuansing sudah tepat. Dengan meliburkan sekolah dan memberlakukan pembelajarang jarak jauh (PJJ) atau daring jika dari pantauan udara asap pekat dan udara memburuk.
Baca Juga: Redistribusi PPPK Guru di Kampar Disorot, Komisi II DPRD Minta Masa Pengajuan Diperpanjang
"Kalau udara memburuk, memang pilihannya harus daring. Ini bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak kita," ujarnya.
Keluhan akibat kabut asap juga diungkapkan warga Tuk Kuantan lainnya, Rio Putra Irawan. "Memang terganggu aktivitas kita bekerja. Anak-anak tidak lagi bisa sekolah. Syukur hari ini udara sedikit baik dan anak-anak bisa belajar tatap muka. Kita hanya bisa berharap, asap segera hilang dari bumi Kuansing,"ujar Rio.
Bahkan, Rio mengaku beberapa hari ini sedikit mengalami batuk dan pilek akibat terpapar asap. Syukurnya masih bisa di atasi dengan berobat ke klinik tanpa harus rawat inap. Dia pun harus menyiapkan obat batuk dan pilek serta vitamin untuk di konsumsi bisa kondisi tubuh mengalami penurunan.
Baca Juga: Ada Lima Titik, Ini Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini
Kepala UPTD Kesehatan Teluk Kuantan, dr Desta Reviona mengatakan, sejak kabut asap melanda, ada peningkatan kasus ISPA pada warga. Meski hanya rawat jalan.
"Sehati itu kadang ada tiga sampai lima warga yang datang berobat ke puskesmas. Semuanya rawat jalan," ungkap Viona.
Tim medis UPTD Kesehatan atau Puskesmas Teluk Kuantan, melakukan pemeriksaan warga yang datang berobat. Ada yang merasa tenggorokan tidak nyaman, batuk disertai pilek dan ada yang demam.
Baca Juga: Dua Pejabat Berganti, Polres Bengkalis Perkuat Penegakan Hukum dan Keselamatan Berlalu Lintas
"Alhamdulillah bisa teratasi. Dan kami juga menyiapkan oksigen bisa harus di nebu pada pasien," paparnya.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing, kasus ISPA dari tanggal 1-18 Oktober 2026 mencapai 419 kasus. "Untuk 1-18 Oktober 2026, ada 419 kasus ISPA, " ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kuansing Helma Muliani yang dikonfirmasi terpisah.
Sementara dari 19 Agustus - 18 Oktober 2026, kasus ISPA di Kuansing mencapai 2.069 kasus. Dimana pada Agustus 2026 sebanyak 649 kasus. September 2026 sebanyak 1.001 kasus dan Oktober 419 kasus.
Baca Juga: Honda Care, Solusi Praktis Kendaraan Mogok di Jalan
Dinas Kesehatan tidak bosan-bosannya mengingatkan agar masyarakat Kuansing peduli dengan kondisi kesehatannya. Mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan, banyak meminum air putih, makan makanan bergizi dan selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah atau ruangan. (dac)
Editor : M. Erizal