
BALI (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 35 pakar medis dari 11 negara berkumpul di Bali untuk membahas perkembangan dan masa depan penggunaan toksin botulinum dalam dunia estetika medis.
Pertemuan bertajuk "NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026" tersebut diselenggarakan Daewoong Pharmaceutical pada 29–31 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi forum pertukaran pengalaman klinis sekaligus pembelajaran tingkat lanjut bagi para Key Opinion Leaders (KOL) yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penggunaan toksin botulinum. Peserta berasal dari Korea Selatan, Asia-Pasifik, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.
Baca Juga: PSPS Tertinggal Dua Gol di Babak Pertama, Bhayangkara FC Unggul 2-0
Salah satu peserta dari Indonesia, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV, menilai pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi para praktisi medis untuk memperluas wawasan dan berbagi pengalaman lintas negara.
“Pertemuan ini sangat berharga karena para pakar dapat bertukar pengalaman klinis dan teknik perawatan dari berbagai perspektif. Saya berharap kegiatan ilmiah internasional seperti ini terus berlanjut agar tenaga medis dapat berkembang bersama dan menghasilkan perawatan yang semakin efektif dan aman,” ujarnya.
Mengusung tema SHAPED – SHAPING – WHAT'S NEXT, kegiatan selama tiga hari tersebut membahas perjalanan pengembangan produk toksin botulinum Daewoong, perkembangan teknik perawatan, hingga peluang kolaborasi ilmiah di masa mendatang.
Baca Juga: 2025 Inhu Nihil Sengketa Informasi Publik, Sekda: PPID Harus Menjadi Komitmen Kelola Keterbukaan Inf
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi Global Treatment Consensus & Advisory Session. Diskusi mencakup penggunaan toksin botulinum pada berbagai area tubuh, mulai dari dahi, area sekitar mata, otot rahang, wajah bagian bawah, leher, hingga pembentukan kontur tubuh.
Para pakar juga membandingkan pengalaman dan kasus klinis dari negara masing-masing melalui diskusi kelompok. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkaya pemahaman mengenai pendekatan perawatan dan penerapannya dalam praktik medis.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan edukasi klinis berbasis studi kasus menggunakan panduan R.E.A.L. Guidelines (Reference, Evaluate, Apply, Learn).
Sejumlah pakar internasional turut menjadi pembicara. Dr. Alexander Nassif dari Brasil membahas anatomi wajah dan pertimbangan klinis dalam perencanaan perawatan. Sementara itu, dr. Anesia Tania membagikan pengalaman penerapan teknik NABOLIFT dan NABOGLOW pada area wajah dan leher.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


