Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Energi Baru dari Aktivasi DEB Mukti Sari

Redaksi • Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:41 WIB
AKTIVASI DEB: Suramti menyalakan kompor biogas disaksikan Manager CSR PHR Pinto Budi Bowo Laksono (Tiga Kiri), Senior Officer CSR PHE Wahyu Irfan (Kiri),  Program Manager Biogas Rumah Yayasan Rumah Energi (YRE) Krisna Wijaya (Kanan) serta Camat Tapung Sof
AKTIVASI DEB: Suramti menyalakan kompor biogas disaksikan Manager CSR PHR Pinto Budi Bowo Laksono (Tiga Kiri), Senior Officer CSR PHE Wahyu Irfan (Kiri), Program Manager Biogas Rumah Yayasan Rumah Energi (YRE) Krisna Wijaya (Kanan) serta Camat Tapung Sof

Sudah sejak dua tahun terakhir, Suramti dan suaminya Sudarman warga Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau ini, memasak tidak lagi menggunakan gas elpiji. Hal ini setelah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), memilih Desa Mukti Sari untuk mendapatkan program Desa Energi Berdikari (DEB) memanfaatkan energi terbarukan yakni biogas yang dihasilkan dari limbah kotoran sapi.

Untuk mengembangkan program DEB tersebut, PHR juga menggandeng Yayasan Rumah Energi (YRE) sebagai mitra pelaksana. Selanjutnya juga dibentuk kelompok yang diberi nama Bina Mukti Sari yang diketuai oleh Sudarman yang kemudian diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menjalankan program DEB.

PAKAN TERNAK SAPI : Sudarman Ketua Kelompok Tani Bhina Sarimukti memberi pakan ternak berupa rumput segar, kotoran sapi dimanfaatkan menjadi energi biogas sapi di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024).
PAKAN TERNAK SAPI : Sudarman Ketua Kelompok Tani Bhina Sarimukti memberi pakan ternak berupa rumput segar, kotoran sapi dimanfaatkan menjadi energi biogas sapi di Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024).


“Semenjak ada program pemanfaatan biogas dari kotoran sapi ini, kami memasak sudah tidak memakai gas elpiji lagi,” kata Sudarman.

Disebutkannya, selain dirinya dan keluarga, program DEB di Desa Mukti Sari saat ini juga sudah dimanfaatkan oleh 20 keluarga lainnya. Untuk pengembangan program tersebut, total sudah ada 21 reaktor biogas yang dibangun di desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani kelapa sawit tersebut.

BUKU SAKU: Sudarman (52), penerima manfaat dari Kelompok Tani Bhina Muktisari memperlihatkan buku saku penguatan kelompok Program Desa Energi Berdikari berbasis Biogas yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PHR, PHR bersama mit
BUKU SAKU: Sudarman (52), penerima manfaat dari Kelompok Tani Bhina Muktisari memperlihatkan buku saku penguatan kelompok Program Desa Energi Berdikari berbasis Biogas yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PHR, PHR bersama mit


“Untuk yang memanfaatkan program ini di Desa Mukti Sari total 21 keluarga termasuk kami,” ujarnya.

Dijelaskan Sudarman, untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas cukup sederhana. Awalnya, ia hanya perlu memasukkan kotoran sapi ketempat pengadukan. Pada proses ini, kotoran sapi kemudian ditambahkan air. Setelah kotoran sapi dan air tercampur merata, kemudian cairan tersebut dimasukkan kedalam reaktor.

“Didalam reaktor inilah kemudian perpaduan antara kotoran sapi dengan air menghasilkan gas. Gas inilah yang kemudian menjadi energi untuk menjadi api kompor gas,” jelasnya.

REAKTOR BIOGAS : Sudarman mengaduk kotoran sapi limbah peternakan sapi miliknya setelah dimasukan kedalam reaktor yang nantinya akan menghasilkan energi biogas di Desa Muktisari, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024)
REAKTOR BIOGAS : Sudarman mengaduk kotoran sapi limbah peternakan sapi miliknya setelah dimasukan kedalam reaktor yang nantinya akan menghasilkan energi biogas di Desa Muktisari, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024)


Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PHR WK Rokan Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan, PHR sebagai salah satu pilar penyangga energi nasional, turut berupaya untuk mendukung kemandirian masyarakat melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Seperti yang dilaksanakan di desa Mukti Sari dengan membuat program DEB.

BUKA ALIRAN BIOGAS: Suramti, warga Desa Muktisari membuka aliran Biogas yang telah dialirkan dari reaktor, bisa segera dimanfaatkan untuk memasak di dapur rumah, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024).
BUKA ALIRAN BIOGAS: Suramti, warga Desa Muktisari membuka aliran Biogas yang telah dialirkan dari reaktor, bisa segera dimanfaatkan untuk memasak di dapur rumah, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024).

MEMASAK: Suramti, warga Desa Muktisari memasak di dapur rumah menggunakan Biogas, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024) Total kapasitas reaktor 165 meter kubik dengan total 21 sambungan biogas menjadikan Desa Muktisari yang terbesar dari 28 DEB di Indone
MEMASAK: Suramti, warga Desa Muktisari memasak di dapur rumah menggunakan Biogas, Tapung, Kampar, Riau, Sabtu (6/7/2024) Total kapasitas reaktor 165 meter kubik dengan total 21 sambungan biogas menjadikan Desa Muktisari yang terbesar dari 28 DEB di Indone


“Desa Energi Berdikari ini merupakan program TJSL pada pilar lingkungan dan ekonomi dari PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Hulu Energi yang merupakan sub holding upstream yang turut diadopsi oleh PHR,” katanya.

Pada program DEB ini, masyarakat diberikan akses untuk penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan biogas. Dimana, sejak tahun 2022, PHR sudah melakukan program DEB di dua lokasi yakni di Desa Mukti Sari dan Kelurahan Maharani di Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru.

LAMPU PENERANGAN: Sudarman,  membuka aliran gas untuk menyalakan lampu petromak menggunakan energi biogas yang barasal dari peternakan sapi sebagai sumber penerangan rumah nya di Desa Muktisari,Tapung, Kampar, Riau, Senin (12/8/2024) Malam.
LAMPU PENERANGAN: Sudarman, membuka aliran gas untuk menyalakan lampu petromak menggunakan energi biogas yang barasal dari peternakan sapi sebagai sumber penerangan rumah nya di Desa Muktisari,Tapung, Kampar, Riau, Senin (12/8/2024) Malam.


“DEB dibidang biogas menggunakan kotoran sapi di Desa Mukti Sari ini secara resmi sudah dilakukan aktivasi Juni 2024 lalu. Dan DEB ini juga merupakan yang terbesar di Indonesia dari 28 DEB dibawah binaan Pertamina  untuk bidang biogas, dimana sudah menjangkau 21 rumah, termasuk pondok pesantren. Sehingga total penerima manfaat sebanyak 170 orang," tuturnya.

CEK GAS : Sudarman memperlihatkan aplikasi yang digunakan untuk memantau ketersediaan gas dan jumlah pemakaian di Desa Muktisari, Tapung, Kampar, Riau, Senin (12/8/2024) Malam. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)- WK Rokan sebagai salah satu pilar penyangga ene
CEK GAS : Sudarman memperlihatkan aplikasi yang digunakan untuk memantau ketersediaan gas dan jumlah pemakaian di Desa Muktisari, Tapung, Kampar, Riau, Senin (12/8/2024) Malam. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)- WK Rokan sebagai salah satu pilar penyangga ene


Laporan: Mhd Akhwan (Pekanbaru)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Arif Oktafian
#biogas #DEB #energi baru #kecamatan tapung #PHR #kampar