Sudah sejak dua tahun terakhir, Suramti dan suaminya Sudarman warga Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau ini, memasak tidak lagi menggunakan gas elpiji. Hal ini setelah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), memilih Desa Mukti Sari untuk mendapatkan program Desa Energi Berdikari (DEB) memanfaatkan energi terbarukan yakni biogas yang dihasilkan dari limbah kotoran sapi.
Untuk mengembangkan program DEB tersebut, PHR juga menggandeng Yayasan Rumah Energi (YRE) sebagai mitra pelaksana. Selanjutnya juga dibentuk kelompok yang diberi nama Bina Mukti Sari yang diketuai oleh Sudarman yang kemudian diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menjalankan program DEB.
“Semenjak ada program pemanfaatan biogas dari kotoran sapi ini, kami memasak sudah tidak memakai gas elpiji lagi,” kata Sudarman.
Disebutkannya, selain dirinya dan keluarga, program DEB di Desa Mukti Sari saat ini juga sudah dimanfaatkan oleh 20 keluarga lainnya. Untuk pengembangan program tersebut, total sudah ada 21 reaktor biogas yang dibangun di desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani kelapa sawit tersebut.
“Untuk yang memanfaatkan program ini di Desa Mukti Sari total 21 keluarga termasuk kami,” ujarnya.
Dijelaskan Sudarman, untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas cukup sederhana. Awalnya, ia hanya perlu memasukkan kotoran sapi ketempat pengadukan. Pada proses ini, kotoran sapi kemudian ditambahkan air. Setelah kotoran sapi dan air tercampur merata, kemudian cairan tersebut dimasukkan kedalam reaktor.
“Didalam reaktor inilah kemudian perpaduan antara kotoran sapi dengan air menghasilkan gas. Gas inilah yang kemudian menjadi energi untuk menjadi api kompor gas,” jelasnya.
Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PHR WK Rokan Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan, PHR sebagai salah satu pilar penyangga energi nasional, turut berupaya untuk mendukung kemandirian masyarakat melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Seperti yang dilaksanakan di desa Mukti Sari dengan membuat program DEB.
“Desa Energi Berdikari ini merupakan program TJSL pada pilar lingkungan dan ekonomi dari PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Hulu Energi yang merupakan sub holding upstream yang turut diadopsi oleh PHR,” katanya.
Pada program DEB ini, masyarakat diberikan akses untuk penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan biogas. Dimana, sejak tahun 2022, PHR sudah melakukan program DEB di dua lokasi yakni di Desa Mukti Sari dan Kelurahan Maharani di Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru.
“DEB dibidang biogas menggunakan kotoran sapi di Desa Mukti Sari ini secara resmi sudah dilakukan aktivasi Juni 2024 lalu. Dan DEB ini juga merupakan yang terbesar di Indonesia dari 28 DEB dibawah binaan Pertamina untuk bidang biogas, dimana sudah menjangkau 21 rumah, termasuk pondok pesantren. Sehingga total penerima manfaat sebanyak 170 orang," tuturnya.
Laporan: Mhd Akhwan (Pekanbaru)
Editor : RP Arif Oktafian