TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Persoalan pengelolaan sampah di Telukkuantan, masih menjadi sorotan. Setiap hari, puluhan ton sampah di hasilkan dan diangkut oleh petugas kebersihan ke tempat pembuangan.
Kini, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44. Di mana akan berlangsung dari tanggal 27 Juni 2026 sampai 3 Juli 2026.
Helat MTQ Riau itu akan di pusatkan di wilayah Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah. Di prediksi, ribuan orang dari Kabupaten/kota di Riau akan datang ke Telukkuantan.
Belum lagi, pada tanggal yang sama, 27-29 Juni 2026 akan dilaksanakan pula Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Sehingga di prediksi volume sampah akan meningkat dari hari biasa. Sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat termasuk penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS).
Baca Juga: Lestarikan Lahan yang Sempit, Hobi Jadi Cuan dan Menginspirasi
Menyikapi itu, Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, langsung mengubah lahan kosong milik Pemkab Kuansing di Desa Beringin Taluk, sebagai lokasi baru tempat pembuangan sampah (TPS) sementara. Lokasinya tak jauh dari Pasar Modern Telukkuantan, dengan luas 50x30 meter.
Pembuatan TPS baru itu bertujuan mengantisipasi potensi terjadinya “ledakan” volume sampah di wilayah Kuantan Tengah. Apalagi Kuantan Tengah menjadi pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 serta Pacu Jalur Rayon II yang dipusatkan di Telukkuantan.
TPS ini langsung di tinjau Camat Kuantan Tengah Eka Putra. Satu unit alat berat dikerahkan untuk melakukan pembukaan akses sekaligus penataan lahan yang nantinya akan difungsikan sebagai tempat penampungan sampah sementara dari sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah.
Menurut Eka Putra, keberadaan TPS sementara itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan selama berlangsungnya dua agenda besar daerah yang diperkirakan akan menyedot ribuan pengunjung.
“TPS sementara ini kita siapkan sebagai langkah pengendalian terhadap munculnya sampah liar, baik menjelang maupun pasca pelaksanaan MTQ Ke-44 Provinsi Riau dan Pacu Jalur Rayon II di Teluk Kuantan,” ujar Eka Putra.
Menurutnya, dua perhelatan besar tersebut dipastikan akan meningkatkan aktivitas masyarakat serta kunjungan dari berbagai daerah. Kondisi itu secara otomatis juga akan berdampak pada bertambahnya volume sampah yang dihasilkan di wilayah Telukkuantan Kecamatan Kuantan Tengah.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah memandang perlu adanya langkah antisipatif agar sampah tidak menumpuk di sembarang tempat yang dapat merusak estetika kota dan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun tamu yang datang.
“Kita ingin memberikan kesan yang baik kepada para tamu yang datang ke Kuantansingingi. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu indikator kesiapan daerah dalam menyukseskan sebuah kegiatan berskala besar,” tambahnya.
Lokasi TPS sementara yang berada di atas Pasar Modern dipilih karena dinilai strategis dan berada di atas lahan milik pemerintah daerah. Sehingga memudahkan dalam pengelolaan serta mobilisasi armada pengangkut sampah menuju tempat pemprosesan akhir.
Selain berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara, TPS tersebut juga diharapkan mampu meminimalisir praktik pembuangan sampah secara sembarangan yang kerap terjadi ketika terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam sebuah perhelatan besar.
Keberadaan sampah liar tidak hanya berdampak pada keindahan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan, tetapi membuang pada tempatnya. Menyediakan tong sampah sehingga memudahkan petugas. palagi ketika banyak tamu yang datang ke Kabupaten Kuansing selama berlangsungnya rangkaian kegiatan tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing memprediksi, akan terjadi penambahan sampai 10 ton per hari. Sehingga sampah yang dihasilkan per hari menjadi 40 ton per hari.
“Kalau hari biasa, itu 30 ton per hari sampah yang harus dibersihkan. Namun karena ada hajatan MTQ Riau dan Pacu Jalur Rayon II, kami prediksi jumlah tonase sampah bertambah 10 ton sehingga ada 40 ton sampah yang harus dibersihkan setiap hari,” sebut Plt Kadis DLH Kuansing, Delis Martoni.
Kondisi ini membuat Dinas DLH Kuansing dan pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, harus bekerja keras.
Sementara armada yang mereka punya sekarang, empat unit cold disel, tujuh unit Kaisar, satu unit L300, dan 201 personel kebersihan yang dimiliki DLH dan Kecamatan Kuantan Tengah.
DLH Kuansing juga sudah menyurati PT RAPP untuk meminta bantuan peminjaman satu unit WC portabel dan 500 unit tong sampah.
Untuk skema, lanjut Delis Martono, seluruh tim kebersihan akan bergerak membersihkan tumpukan sampah pada malam hari pada setiap harinya.
“Karena kalau pagi hingga sore hari, tidak memungkinkan petugas kebersihan bekerja. Karena aktivitas orang masih tinggi,” kata Delis.
Sedangkan bantuan 500 unit tong sampah itu, akan ditebar di pusat-pusat keramaian di Kota Telukkuantan.
“Dan kami menghimbau, masyarakat membuang sampah pada tong sampah yang ada. Sehingga akan membantu petugas membersihkannya,” papar Delis Martoni.(nda/hbk)
TPS BARU: Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, mengerahkan alat berat untuk pembuatan tempat pembuangan sampah sementara baru, Rabu (17/6/2026).
Editor : Bayu Saputra