TALUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sekolah Adiwiyata merupakan program sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Program pertama kali di canangkan tahun 2006 silam atau 20 tahun yang lalu.
Program Sekolah Adiwiyata memiliki tujuan baik bagi semua orang yang berkecimpung di sekolah. Mulai dari siswa, guru, penjaga sekolah dan lainnya.
Membentuk warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Mendukung pembangunan berkelanjutan demi pelestarian fungsi lingkungan hidup serta menanamkan karakter cinta lingkungan pada siswa sejak dini
Di daerah, di Kabupaten Kuansing sendiri program Sekolah Adiwiyata masih tetap berjalan. Bahkan lumayan banyak sekolah yang meraih prediket Sekolah Adiwiyata. Baik Adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Nasional maupun Adiwiyata Mandiri.
Baca Juga: Warga di Pesisir Masih Kesulitan Air Bersih
Satu diantaranya adalah SMPN 6 Kecamatan Kuantan Tengah. Berada di kawasan Kota Teluk Kuantan tepatnya di Kelurahan Sungai Jering, SMPN 6 Telukkuantan Kecamatan Kuantan Tengah memiliki 12 ruang belajar dengan 325 orang siswa-siswi.
Memiliki area taman di bagian depan sekolah, lapangan upacara. Sehingga terlihat asri dan bersih.
SMPN 6 Kuantan Tengah di tahun 2017 lalu pernah meraih prediket sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Namun sekarang melorot ke Sekolah Adiwiyata Provinsi.
Kini, dibawah pimpinan Kepala SMPN 6 Kuantan Tengah, Masdian SPd, mereka ingin memperbaiki prestasi itu, menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. “Saya, semua majelis guri dan siswa-siswi bertekat untuk kembali memperbaiki untuk bisa kembali meraih Sekokah Adiwiyata Nasional. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” ungkap Masdian pada Riau Pos, Jumat (2/10).
Baca Juga: Pulihkan Lahan Bekas Karhutla, 300 Pohon Ditanam di Sungai Sarik
Untuk meraih cita-cita itu, tentu semua harus bekerjasama, bekerja keras. Tidak saja untuk sebuah prediket tetapi juga untuk kembali menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan pada siswa-siswi, hidup bersih menuju sekolah sehat.
Makanya kebijakan sekolah mendorong kebijakan yang berwawasan lingkungan, pelajaran yang diberikan pada anak juga berkaitan dengan isu lingkungan, seperti sampah, air, energi.
Sekolah mendorong semangat gotong royong dengan melibatkan semua warga sekolah, membuang sampah pada tempatnya.
Sekarang, di 12 ruang belajar yang dimiliki SMPN 6 Kuantan Tengah sudah memiliki tempat sampah. Masing-masing ruang belajar memiliki dua tempat sampah, sampah organik dan non organik. Sehingga mudah untuk memilahnya bila di daur ulang oleh bank sampah.
Tempat-tempat sampah itu, metupakan hasil kreativitas anak. “Mereka mengubah kaleng bekas cat 20 kilogram menjadi tempat sampah sesuai selera mereka. Sehingga jadi warna warni,” ujarnya.
Selain itu, SMPN 6 Kuantan Tengah telah memiliki green house (rumah hijau). Bangunan yang sederhana dibagian belakang sekolah berfungsi sebagai ruang khusus yang digunakan untuk menanam dan merawat tanaman dalam lingkungan yang lebih terkontrol, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Green house bagian dari program Adiwiyata di SMPN 6 Kuantan Tengah. Green house dapat dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman. Menanam sayuran dan tanaman obat (TOGA). Mengembangkan tanaman hias. Pembelajaran tentang lingkungan dan pertanian sederhana. Praktik siswa dalam merawat tanaman. Mendukung penghijauan sekolah. Menjadi laboratorium lingkungan hidup bagi siswa. Dan menjadi salah satu bukti nyata budaya peduli lingkungan dalam program Adiwiyata.
Green House SMPN 6 dibuat dari rangka besi atau kayu dengan atap/plastik transparan, dilengkapi rak tanaman, tempat pembibitan, dan sistem penyiraman sederhana.
“Dengan upaya-upaya ini, bisa menanamkan cinta lingkungan pada anak-anak kami. Dan mudah-mudahan ini juga bisa mengantarkan ke Adiwiyata Nasional,” kata Masdian.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing, Dody Fitrawan SAP MM mengatakan, di Kuansing ada sekolah yang sudah menyandang predikat Adiwiyata Mandiri, Nasional, Provinsi dan Kabupaten.
Sekolah Adiwiyata Mandiri minsalnya diraih SMAN 1 Telukkuantan dan SMKN 2 Telukkuantan yang kembali panjangan di 2024.
Kemudian Sekolah Adiwiyata Nasional, ada SD Swasta Global Estate Cerenti sejak 2024, SD Swasta Global Estate Baserah sejak 2023 dan SD Swasta Global Estate Logas sejak 2024.
Untuk Sekolah Adiwiyata Provinsi, ada SMPN 6 Teluk Kuantan perpanjangan di 2025, SMAN 2 Singingi Hilir pada 2025.
Sekolah Adiwiyata Kabupaten, ada SMPN 1 Hulu Kuantan pada 2025, SMPN 3 Gunung Toar pada 2025, SMPN 1 Kuantan Mudik pada 2025, SD Negeri 001 Petai pada 2025 dan SD Aqzia Teluk Kuantan pada 2025.
Sedangkan di tahun 2026, sekolah yang masih dalam tahap pengajuan penilaian untuk Adiwiyata Kabupaten ada SD Negeri 019 Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir, SD Negeri 001 Pasar Baru Pangean dan SMP Negeri 1 Pangean.
“Ini beberapa sekolah yang menyandang Adiwiyata sesuai tingkatkan,” kata Dody Fitrawan.
Rencananya, dalam bulan ini tim DLH Kabupaten Kuansing akan turun melakukan penilaian sekolah Adiwiyata Kabupaten yang diajukan.
Untuk mewujudkan program sekolah Adiwiyata, DLH setiap tahun terus turun ke sekolah melakukan pembinaan. Hanya saja diakui Dody, dengan anggaran yang terbatas, hanya sekolah yang diusulkan yang menjadi prioritas.
Namun DLH dalam sosialisasi bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga selalu mendorong program Adiwiyata. “Kami selalu mendorong sekolah untuk menjadi sekolah Adiwiyata dalam sosialisasi sesuai petunjuk teknisi program Adiwiyata,” katanya.
Program ini, kata Dody Fitrawan, memang program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong sekolah menjaga kebersihan dan cinta lingkungan menanamkan sejak dini pada para siswa-siswi untuk peduli dengan kebersihan dan lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah masing-masing.(nda)