Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Buaya Berkalung Ban, BKSDA Panggil Tim Khusus

Rinaldi • Minggu, 2 Februari 2020 | 20:30 WIB
Buaya berkalung ban di Jembatan Dua, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (21/1). (ISTIMEWA)
Buaya berkalung ban di Jembatan Dua, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (21/1). (ISTIMEWA)

PALU (RIAUPOS.CO) -- Buaya berkalung ban yang masih menyedot perhatian masyarakat dan media sosial kembali menjadi sorotan. Rencannya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Sulawesi tengah (Sulteng) akan berusaha melepas ban motor di leher buaya besar itu.

Family Reptiler Tadulako (Farta), salah satu komunitas pencinta reptil di Kota Palu, Sulteng berharap proses evakuasi dalam menyelamatkan buaya berkaung ban itu dapat berjalan lancar. Karena, jika tidak segera dievakuasi ban tersebut dapat membahayakan nyawa buaya.

"Semoga evakuasinya bisa berjalan lancar. Harapan kita bisa bekerja sama juga dengan pihak BKSDA," ungkap pendiri Farta Sulteng Gunanta.

Menurut Gunanta, sebelumnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan buaya tersebut namun tidak pernah berhasil.apalagi menurutnya, peralatan yang dimiliki komunitas untuk mengevakuasi buaya ini juga tidak memadai.

Tidak hanya itu, sifat asli buaya yang disebutnya pemalu, menjadi masalah utama dalam mengevakuasi buaya tersebut, karena sangat sulit untuk didekati.

"Buaya itu pemalu. itu yang jadi masalah utamanya. Jadi sangat sulit buat didekati. sudah banyak upaya yang kita coba dulu bersama timnya Panji dan dibantu juga dengan BKSDA, tapi masih belum ada hasil. apalagi kalau cuma saya dan teman," jelasnya

Jika evakuasi mengeluarkan ban bekas motor dari badan buaya tersebut berhasil, mereka menyarankan agar hewan reptil ini dilepas kembali di Sungai Palu. "Karena habitatnya memang di sini," harapnya

Sebelumnya, upaya BKSDA Sulawesi Tengah untuk menyelamatkan buaya berkalung ban, melalui sayembara berhadiah tak membuahkan hasil.

Kini, BKSDA mengambil langkah strategis dengan menerjunkan langsung tim khusus dari Jakarta, yang berkoordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan.

Rencananya, tim penyelamat buaya yang akan dikerahkan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (4/2) lusa.

"Senin koordinasinya, Selasa tim dari Jakarta akan turun," ungkap Hasmuni Hasmar, Kepala BKSDA Sulteng, saat mengunjungi lokasi sering munculnya buaya berkalung ban.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Editor : RP Rinaldi