Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gempa Susulan di Tuban Disebut BMKG Terjadi 78 Kali, yang Paling Besar Berkekuatan Magnitudo 6,5

Redaksi • Sabtu, 23 Maret 2024 - 01:34 WIB

 

Ilustrasi gempa bumi.
Ilustrasi gempa bumi.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gempa berkekuatan Magnitudo 6,0 hingga 6,5 mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban menyebut 78 gempa susulan pascagempa yang terjadi di 130 kilometer timur laut kabupaten setempat.

"Sampai saat ini masih ada gempa susulan dan tercatat 78 kali gempa susulan sampai jam 19:42 WIB," kata Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama dikutip dari Jawapos.com (Jawapos Group).

Zem menyebut ada sebanyak tiga kali gempa yang dirasakan oleh masyarakat dan mengakibatkan rusaknya rumah. Pertama, gempa utama berkekuatan magnitudo 6.0 dan gempa susulan ke-6 yang berkekuatan magnitudo 5,3. Lalu, gempa susulan yang ke-22 dengan magnitudo 6,5.Baca Juga: NasDem Beri Sinyal Gabung Prabowo, Anies Baswedan Bilang Begini

Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Tuban menyebutkan gempa mengakibatkan kerusakan bangunan enam rumah warga rusak sedang yakni di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko.

Bangunan rumah roboh milik Sulaimi, serta sebuah Desa Sidokumpul, Kecamatan Bangilan yang dua tahun ditinggal pindah pemiliknya.

Selanjutnya rumah milik Dartuk di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, rumah milik Winarlin di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, rumah milik Darmuji di Desa Boncong, Kecamatan Bancar dan rumah milik Ratmin di Desa Lajolor, Kecamatan Singgahan.

Gempa juga mengakibatkan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban beberapa genteng dan atap rusak dan beberapa rumah sakit di Tuban melakukan protokol evakuasi.Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,0 hingga 6,5 Guncang Kabupaten Tuban, Beberapa Unit Bangunan Rusak

Dalam pada itu BMKG menggelar konferensi pers terkait gempa yang terjadi perairan bagian timur Tuban, Jawa Timur. BMKG mencatat dampak wilayah yang terasa gempa bertambah.

Bukan hanya di Surabaya, gempa juga dirasakan di dua pulau sekaligus. Kedua pulau itu disebutkan Kepala Pusat Gempa Bumi Daryono yakni Madura hingga Kalimantan. Untuk area di Kalimantan tercatat Banjarmasin dan Balikpapan.

”Hingga pukul 20.00 WIB, BMKG mencatat ada 64 kali gempa,” kata Daryono dalam konferensi pers melalui daring.

Daryono menyebutkan, dari analisis BMKG, titik gempa yang terjadi pada gempa pertama dan gempa kedua hanya berjarak 15 kilometer. Untuk gempa kedua lebih dekat dengan Bawean. Sedangkan untuk gempa pertama lebih jauh dari Bawean.Baca Juga: Buruan Daftar! Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Dibuka untuk Lulusan SMA hingga S2, Berikut Ini Batas Usianya

”Mengamati hasil analisis BMKG bahwa dua gempa signifikan itu berbeda epicnya. Tapi sebenarnya serangkaian gempa. Pertama 5,9 M pukul 11.22 jaraknya 37 kilometer arah barat Bawean. Gempa kedua di 35 km arah barat Bawean. Gempa kedua lebih dekat dengan Bawean,” beber Daryono.

Dia mengungkapkan, peningkatan magnitude gempa itu bisa dipengaruhi dari jenis batuan di titik gempa. Daryono memastikan tidak semua gempa memengaruhi sesar-sesar di sekitar epicenter.

”Ada akumulasi maksimum,” imbuh Daryono.

Editor : RP Edwar Yaman
#bmkg #Gempa Tuban #gempa #gempa susulan