Sekitar 100 petani plasma kelapa sawit anggota Aspekpir Indonesia yang berasal dari Kabupaten Donggala, Buol, Parigi Moutong, Sigi dan Tolitoli memgikuti workshop untuk belajar budidaya sapi yang baik dan menguntungkan secara bisnis.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto mengatakan budidaya sapi pola Siska belum begitu familiar bagi petani sawit, khususnya petani sawit plasma di Sulawesi Tengah.
Dr Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian era 2011-2014 menjelaskan jika jumlah populasi sapi dalam rentang waktu 2013-2023 menurun dari 13,13 juta ekor menjadi 11,32 juta atau menurun 13,79 persen. Pulau Jawa masih mendominasi jumlah populasi sapi, Tahun 2023 sebesar 5,23 juta ekor (46,19 persen) dari total Indonesia. Sulawesi Tengah 207,3 ribu atau 1,83 persen.
Siska menjadi komponen penting dalam mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) sesuai Inpres No. 6 tahun 2019. Siska yang diperkenalkan tahun 2010, hingga kini kasih belum berkembang luas. Para pemilik kebun masih ragu adanya dampak negatif Siska seperti penyebaran genoderma, pemadatan tanah, walaupun banyak studi/kajian telah mematahkan keraguan ini.
Anwar Sadat, Senior Analis Divisi UKMK BPDPKS menjelaskan jika BPDPKS senantiasa mendukung kegiatan budidaya sapi melalui sistem Siska. Melalui kegiatan kolaborasi bersama dan wujud nyata misi BPDPKS dalam menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna secara profesional dan akuntable.
Program-program tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit dan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.
Pada workshop tersebut, petani sawit plasma diajak mengikuti fieldtrip untuk melihat langsung sentra budidaya sapi dan diajarkan bagaimana membuat pupuk organik yang manfaatnya dapat meningkatkan kesuburan tanah pada tanaman kelapa sawit.
Sutoyo, Bendahara Umum Aspekpir Indonesia mengatakan Workshop Penguatan UKMK Petani Sawit Plasma Melalui Pembuatan Pupuk, Pakan Ternak dan Integrasi Sawit Sapi (Siska) ini memang dirancang untuk kegiatan budidaya sapi guna mewujudkan swasemdaba daging. "Pola Siska ini sudah berkembang di sejumlah sentra sawit pola plasma di Indonesia," katanya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi