Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

16 Proyek Strategis Nasional Baru Tidak Gunakan APBN

Redaksi • Rabu, 15 Mei 2024 | 03:50 WIB
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah menambah 16 proyek strategis nasional (PSN) baru pada 2024. Nantinya, akan digarap tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Melibatkan pihak swasta dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Semula, pemerintah hanya menetapkan 14 PSN baru. Dengan demikian, terdapat penambahan dua program baru.

Sekretaris Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, yakni transaksi tol non-tunai multi lane free flow (MLFF) dan holding BUMN aviasi InJourney. "Program integrasi dua operator bandara di bawah holding InJourney. Semua fasilitas bandara itu dijadikan satu program," jelasnya usai Rapat Kerja Nasional Percepatan Penyelesaian dan Pra-Evaluasi PSN di Park Hyatt, Selasa (14/5).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pembiayaan 16 PSN nantinya menggunakan creative financing, percepatan perizinan, dan memfasilitasi lahan agar pembangunan berjalan lebih cepat. Selain itu, dalam pelaksanaannya dapat mendukung program prioritas pemerintah. Seperti hilirisasi, penguatan ketahanan energi, dan pangan.

Secara kumulatif, sejak 2016, sebanyak 198 proyek telah selesai. Ada pula 32 proyek dan 10 program telah beroperasi sebagian. Ditambah 44 proyek dan 3 program dalam tahap konstruksi.

Secara estimasi proyek dan program tersebut memberikan dampak output perekonomian mencapai Rp3.344 triliun secara nasional dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 2,71 juta orang.

Menurut dia, pemerintah juga memahami peran vital komoditas critical minerals dalam mendukung transisi dan ketahanan energi. Antara lain sebagai bahan baku industri pembuatan panel surya, turbin angin, hingga industri baterai. Untuk itu secara khusus pada sektor pengolahan mineral, pemerintah telah melakukan program pengembangan smelter PSN.

Di antaranya, 9 smelter fasilitas pengolahan nikel dengan estimasi output mencapai 2,5 juta ton per tahun. Serta, 4 smelter fasilitas pengolahan bauksit dengan estimasi output mencapai 3 juta ton per tahun. Tahun ini, pemerintah mengestimasikan untuk dapat menyelesaikan 41 PSN senilai Rp554 triliun.

"Kemudian dalam rangka pembangunan critical minerals itu terdapat 16 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp248,75 triliun. Ini terdiri dari hilirisasi nikel, hilirisasi tembaga, hilirisasi daripada bauksit, alumina dan juga hilirisasi dari pasir besi menjadi pig iron," beber Airlangga.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut dia, perlu pembahasan lebih lanjut. Antara lain perizinan dan penyiapan, kehutanan, pengadaan lahan, pembiayaan, dan konstruksi. Capaian proyek akan dievaluasi pada setiap tahapan. Meliputi penyiapan, transaksi, konstruksi, dan operasi.

"Hasil evaluasi secara komprehensif akan dilaporkan kepada Presiden untuk dilakukan penyesuaian daftar PSN, yang selanjutnya dapat menjadi masukan untuk agenda pembangunan dalam pemerintahan ke depan," tegasnya.

Editor : RP Rinaldi
#tak pakai apbn #swasta #Proyek Strategis Nasional