JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah Salat Magrib selesai, sebagian jemaah biasanya berangsur ke luar dari area Masjid Nabawi. Ini membuat sejumlah sudut masjid mulai sepi. Namun, suasana berbeda terasa di bagian dalam masjid sisi utara, tepatnya di sekitaran pintu masuk nomor 19.
Terlihat ribuan jemaah memadati lantai masjid. Mayoritas adalah jemaah asal Indonesia. Mereka begitu serius mengikuti pengajian yang disajikan dengan Bahasa Indonesia.
Sang pengisi kajian begitu fasih menyampaikan materinya dengan Bahasa Indonesia. Wajar, sang ustaz memang asli dari Tanah Air. Ustaz Ariful Bahri, nama sosok itu.
Seusai Salat Magrib pada Sabtu (25/5) itu, dia menyajikan materi tentang larangan bagi jemaah haji selama ihram. Materi itu memang sengaja dipilih, mengingat saat ini mayoritas peserta ngaji didominasi para jemaah calon haji Indonesia yang bersiap-siap menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
”In sya Allah, kajian ini rutin digelar setiap hari. Waktunya juga sama. Setelah selesai Salat Magrib, dan berakhir sebelum masuk azan Salat Isya,” kata Ustad Arif, saat ditemui.
Sejak fase kedatangan jemaah calon haji Indonesia di Madinah, pengajian rutin yang dibawakan Ustaz Arif memang begitu ramai. Bahkan, pengajian inilah yang paling banyak mengundang audiens.
Maklum, jumlah jemaah Indonesia menjadi salah satu yang terbanyak dari semua jemaah yang saat ini berada di Kawasan Madinah, khususnya Masjid Nabawi.
Sejumlah jemaah mengaku mengikuti kajian Ustaz Arif sejak mereka tiba di Madinah. ”Sebab, materi-materinya sangat kami butuhkan. Terutama untuk melaksanakan ibadah haji nanti,” kata Musyafa, salah satu jemaah asal embarkasi Surabaya.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal