Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penguntitan Densus 88 ke Jampidsus, Menko Polhukam Akan Tanyakan ke Kapolri dan Kejagung

Redaksi • Selasa, 28 Mei 2024 | 00:05 WIB
Menkopolhukam Hadi Tjahjanto bersama sejumlah menteri dan pejabat memberikan keterangan pers usai rapat terkait penanganan Pornografi Online di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
Menkopolhukam Hadi Tjahjanto bersama sejumlah menteri dan pejabat memberikan keterangan pers usai rapat terkait penanganan Pornografi Online di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menilai, pemberitaan soal dugaan penguntitan Densus 88 Antiteror Polri terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) masih simpang siur. Hadi memastikan, dirinya siap pasang badan dan membuka dialog.

“Mungkin berita itu simpang siur saja. Biarlah saya nanti yang akan berbicara dengan keduanya. Percaya sama saya, nanti kalau ada apa-apa saya akan bicara,” kata Hadi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5).

Hadi menambahkan, rencananya pada Selasa (28/5) besok akan dijadwalkan pertemuan rutin antara lembaga aparat penegak hukum (APH) di kantornya. Dia memastikan segala hal terkait hukum akan dibahas, termasuk berita simpang siur yang tengah ramai diperbincangkan.

Baca Juga: ECT, Hal Sepele Ini Sering Banget Bikin Pusing Pemilik Avanza-Xenia, Apa Itu?

“Besok juga bisa ketemu, karena kita ketemu dengan APH ya, itu jelas (membahas) masalah judi online, pornografi anak, seluruh permasalahan (terkecuali dugaan penguntitan Densus 88 ke Jampidsus Kejagung),” ucap Hadi.

Hadi pun memastikan, dirinya selalu melakukan pertemuan rutin dengan Jaksa Agung ST Burhanunddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Karena itu, mantan Panglima TNI ini meyakini situasi antar lembaga tersebut masih berjalan aman.

“Saya dengan Jaksa Agung dan Kapolri rutin setiap bulan ketemu di sini karena kita supaya tetap menjaga khususnya aparat penegak hukum kalau ada apa-apa pasti saya berkomunikasi langsung. Kapanpun, malam haripun kita tinggal japri terkait permasalahan-permasalahan di seluruh Indonesia semuanya, tapi adem semuanya,” tegas Hadi.

Baca Juga: Korban Longsor Capai 670 Orang Lebih

Sebagaimana diketahui, peristiwa penguntitan itu diduga terjadi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/5) lalu, sekitar pukul 20.00-21.00 WIB. Febrie diikuti oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88 sebuah restoran, dengan mengenakan pakaian santai dan wajah yang tertutup masker.

Mereka meminta untuk makan malam di lantai dua, yang ternyata satu lantai dengan Febrie di ruangan VIP. Mereka berdalih ingin merokok sebagai alasan memilih lantai dua.

Saat berlangsung, salah satu anggota Densus itu merekam kegiatan Febrie secara diam-diam. Sayangnya, aksi tersebut diketahui oleh polisi militer yang mengawal Febrie.

Baca Juga: Apel Siaga Kelistrikan, PLN Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana enggan menjelaskan dugaan penguntitan anggota Densus 88 Antiteror Polri terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah.

"Saya belum dapat infonya," ucap Ketut dikonfirmasi, Jumat (24/5).

Bahkan, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengirimkan personel untuk membantu peningkatan pengamanan di Kompleks Kejagung. Hal itu sebagaimana dikabarkan dalam akun media sosial Instagram, Puspom TNI. Dalam unggahannya, Puspom TNI mengirimkan personel ke Kejagung yang dipimpin Letnan Satu Pom Andri.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#kejagung #densus 88 antiteror #jampidsus #densus 88