Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

66 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, 336 Orang Meninggal Dunia

Redaksi • Selasa, 2 Juli 2024 | 12:50 WIB
Jamaah haji saat mendarat di Bandara Juanda.
Jamaah haji saat mendarat di Bandara Juanda.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Fase pemulangan jamaah haji terus berjalan. Sampai dengan 30 Juni 2024 pukul 21.00 WAS sebanyak 66.611 orang tergabung dalam 169 kelompok terbang telah tiba di Indonesia.

Sedangkan jemaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 06.44 WIB berjumlah 336 orang. Jemaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang tergabung dalam 4 kloter.

Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jemaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan.

“Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” kata Widi, Selasa (2/7).

“Tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit,” sambungnya.

IKL yang dilaksanakan berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jamaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik.

“Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji,” jelasnya.

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia yang dikirimkan oleh katering ke KKHI. Makanan ini dikirim setiap waktu makan pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#haji meninggal #depag #haji #Kepulangan Haji #jamaah haji