Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Zainul Maarif, Satu dari Lima Tokoh Muda NU yang Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog Banjir Kecaman

Redaksi • Senin, 15 Juli 2024 | 18:05 WIB
Lima tokoh muda nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog.
Lima tokoh muda nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog.


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Lima tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) melakukan pertemuan dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Foto pertemuan mereka beredar di media sosial (medsos) dan mendapat beragam respons dari publik maupun netizen. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun mengklaim bahwa pertemuan itu tidak mengatasnamakan NU.

Adapun kelima tokoh muda NU itu adalah Syukron Makmun, Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.

Dalam foto yang beredar, Presiden Israel duduk dengan menggunakan stelan jas warna biru gelap. Sedangkan lima cendekiawan muda NU itu terlihat berdiri di belakang Isaac. Mereka ada yang mengenakan batik dan jas.

Baca Juga: Angel di Maria Pensiun dengan Status Juara Copa America 2024 Bersama Argentina

Zainul Maarif yang ikut dalam pertemuan itu pun menjadi sorotan publik. Zainul Maarif sempat mengunggah foto pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog di akun media sosial Instagram. Namun, kini profil Instagramnya sudah dikunci. Tidak bisa lagi dilihat publik.

Bahkan, chanel Youtube milik Zainul Maarif juga tak luput dari komentar netizen. Para netizen menyerbu akun Youtube Zainul Maarif dengan beragam komentar. "Pak, gak takut fotonya sama zionis Yahudi nanti di-hisab di akhirat????," tulis @FitriWirna dalam komentar chanel Youtube Zainul Maarif.

Netizen lainnya juga turut berkomentar serupa atas tindakan Zainul Maarif. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Banyak sekali orang munafik bertopeng ahli kitab," tulis MrJimo178.

Zainul merupakan tokoh muda nahdliyin yang berprofesi sebagai dosen filsafat. Tokoh muda NU itu mengajar program studi Sejarah Peradaban Islam di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Sebelum menjadi dosen, Zainul sempat menempuh pendidikan S-2 Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia (UI). Kemudian, dia melanjutkan pendidikan S-3 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Selain menjadi tenaga pendidik di perguruan tinggi, Zainul juga aktif membagikan kajian di pesantren maupun masjid. Topik yang dibahas berfokus seputar Filsafat Islam hingga Sejarah Peradaban Islam.

Timbulnya banyak kecaman dari netizen atas foto pertemuan lima tokoh muda NU itu dengan Presiden Isreal, karena negara itu sampai saat ini masih melakukan serangan keji terhadap rakyat Palestina.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyayangkan aksi kunjungan lima orang yang mengatasnamakan pemuda NU bertemu Presiden Isaac Herzog. Ia menegaskan, kelima orang itu tidak mendapatkan mandat dari PBNU.

“Kelima orang tersebut tidak mendapat mandat PBNU. Juga tidak pernah meminta izin ke PBNU,” kata Gus Ipul kepada JawaPos.com, Senin (15/7).

Menurut Gus Ipul, kepergian lima orang itu ke Israel adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana, di tengah situasi yang memanas antara Israel dan Palestina. Apalagi, NU sebagai organisasi di barisan depan sangat mengutuk serangan yang dilakukan Israel.

“Kepergian mereka ke Israel adalah tindakan yang sangat-sangat tidak bijaksana, membingungkan dan mendapatkan banyak kecaman yang nyata. Kunjungan itu juga melukai perasaan kita semua,” ucap Gus Ipul.

Dia mengaku PBNU saat ini sedang mendalami persoalan ini. PBNU juga segera memanggil mereka untuk diminta klarifikasi atau tabayun. “Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang dan siapa yg memberangkatkan serta hal hal prinsip lainnya,” ujar Gus Ipul.

Selain itu, PBNU juga segera memanggil pimpinan badan otonom (banom), serta lembaga yang menjadi pengabdian kelima orang ini. Jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi. PBNU tidak segan menjatuhkan sanksi pemecatan dari statusnya sebagai pengurus lembaga atau banom. “Ketua umum, juga akan memanggil pimpinan Banom dan Lembaga yang menjadi pengabdian yang bersangkutan,” pungkas Gus Ipul.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#pbnu #israel #nu #palestina #Zainul Maarif #nahdlatul ulama