Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Selain Ancaman Megathrust, Sumbar Juga Perlu Waspada Gempa Darat, Mitigas Bencana Harus Ditingkatkan

Redaksi • Minggu, 8 September 2024 | 07:05 WIB

PADANG (RIAUPOS.CO) - Gempa Megathrust Mentawai memiliki potensi magnitudo 8,9 yang bisa memicu tsunami dan berdampak terhadap warga di tujuh kabupaten/ kota pesisir pantai Sumbar, termasuk Padang.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Untuk itu, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat mitigasi bencana bagi masyarakat, khususnya terkait ancaman gempa dan tsunami yang bersumber dari Megathrust Mentawai.

Penjabat Wali Kota Padang, Andree Algamar, menegaskan pentingnya mitigasi bencana saat meninjau Shelter Darussalam di Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (7/9/2024).

Andree mengingatkan bahwa risiko gempa dan tsunami akibat Megathrust Mentawai adalah isu nasional yang perlu disikapi dengan serius.

"Kita harus kembali memperkuat mitigasi bencana, termasuk latihan evakuasi dan langkah konkret lainnya untuk memperkuat fasilitas vital," ujarnya, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Untuk mengoptimalkan penggunaan Shelter Darussalam bagi masyarakat, Andree menginstruksikan Camat Koto Tangah kini bergerak cepat dalam pengelolaan shelter.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan shelter tetap terawat, bersih, dan siap digunakan sesuai fungsinya jika terjadi gempa berpotensi tsunami.

Andree juga mendorong agar shelter digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti senam bersama, pertemuan, pasar pabukoan saat Ramadhan, dan pernikahan.

"Dengan memanfaatkan shelter untuk kegiatan keramaian, masyarakat akan lebih familiar dan siap menggunakan fasilitas ini saat dibutuhkan," pungkasnya kepada Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan.

Waspadai Juga Gempa Darat

Sebelumnya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Rahmat Triyono, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah akan potensi gempa di Sumbar yang tidak hanya berasal dari Mentawai megathrust.

Ancaman gempa bumi dari Sesar Sumatera, sebuah patahan aktif yang membelah daratan pulau Sumatra, juga patut diwaspadai.

Sesar Sumatera, kata Rahmat, telah menyebabkan beberapa kali gempa merusak di masa lalu, termasuk gempa bumi di Batusangkar Kabupaten Tanahdatar, Sumbar tahun 2007 yang menelan korban jiwa dan merusak ribuan bangunan.

"Seperti gempa tahun 2007 di Batusangkar yang menelan 67 korban jiwa, melukai 826 orang, dan merusak 43.719 bangunan di Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, dan Solok," kata Rahmat yang pernah menjabat Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Rahmat menekankan pentingnya upaya mitigasi untuk mengurangi dampak gempa bumi. Pembangunan rumah tahan gempa, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat menjadi langkah-langkah krusial yang perlu dipersiapkan.

"Jangan sampai kita hanya fokus pada ancaman Megathrust Mentawai, sementara ancaman gempa yang lebih dekat dengan tempat tinggal kita seakan diabaikan," ujar Rahmat yang pernah menjabat Kepala BMKG Sumbar.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#sumatera barat (sumbar) #mitigasi bencana #pulau mentawai #gempa megathrust