Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hati-Hati Bawa Anak ke Batam, Palembang, dan Jakarta, Polri Deteksi Marak Komunitas Pedofil

Redaksi • Rabu, 18 September 2024 | 18:05 WIB
Ilustrasi. Pedofilia, predator anak.
Ilustrasi. Pedofilia, predator anak.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Di Batam, Palembang dan Jakarta saat terdeteksi marak kasus pedofil. Hal ini membuat Korps Bhayangkara ikut turun tangan.

Baca Juga: Waspada Pedofil di Ruang Publik, Simak Tips Menjaga Anak Berikut

Salah satu bukti maraknya kasus ini, adanya akun yang menyebar konten berbau pedofilia dan ditanggapi beragam. Polri lantas mendeteksi pemilik akun predator anak berada di tiga kota, yakni Batam, Palembang, dan Jakarta.

Makanya diingatkan hati-hati bagi anda yang membewa serta anak-anak ke tiga kota di atas.

Indikasi keberadaan komunitas pedofil ini muncul dari postingan akun anonim bernama Mamako San.

Ada lebih dari 160 komentar sebelum akun tersebut dihapus pemiliknya. Dalam salah satu komentar terdapat akun bernama Seele yang menyebar foto vulgar anak.

Akun bernama Sanju Kuro mengaku pernah berpacaran dengan anak-anak. Ada pula akun Aris Munandar yang membagikan berbagai trik mendekati anak-anak.

Dia juga mengaku sebagai guru SD sehingga mudah mendekati anak-anak.

Informasi keberadaan akun-akun pedofil itu pun viral di media sosial X. Bahkan, pemilik akun Mamako San juga sudah diklarifikasi netizen. Pemilik akun itu berinisial T.

Dalam video yang beredar, T mengaku bahwa postingan itu hanya bercanda. Dia mengaku tidak memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak.

Lalu, postingan membeli boneka seksual juga disebutnya bohong karena yang sebenarnya membeli PC gaming.

Baca Juga: Postingan Kehidupan Pribadimu di Instagram Menurut Psikologi Bisa Menggambarkan Ciri Kepribadianmu, Apa Saja?

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, pihaknya meneruskan informasi dugaan adanya komunitas pedofil itu ke setiap polda.

"Saya dorong ke polda-polda berkaitan (mendalami, Red)," paparnya.

Untuk akun penyebar foto vulgar anak dan yang mengaku sebagai guru SD, pihaknya masih memproses.

"Belum yang Palembang dan di Jakarta ya," kata mantan Kabidhumas Polda Jawa Barat itu.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#pedofil #predator anak #postingan