Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

25 Korban, 14 Meninggal Korban Longsor di Tambang Emas Ilegal Bertambah

Redaksi • Minggu, 29 September 2024 | 13:41 WIB
Basarnas Sumbar bersama tim lainnya dan masyarakat melakukan evakuasi korban longsor tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat,
Basarnas Sumbar bersama tim lainnya dan masyarakat melakukan evakuasi korban longsor tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat,

SOLOK (RIAUPOS.CO) - Longsor di kawasan tambang emas ilegal Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat memakan korban hingga 25 orang. Korban jiwa juga bertambah. Pada Jumat dirilis 22 orang korban, ternyata dini hari ada satu yang dievakuasi. Pada Sabtu, ada dua orang lagi korban luka berat yang dievakuasi.

“Jadi total 25 orang korban,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi kepada JPG, Sabtu (28/9) malam.

Ia menjelaskan, dari total 25 korban itu, 14 di antaranya meninggal dunia. Dua orang meninggal saat mendapat perawatan medis. Lalu, 11 luka-luka dengan 7 orang luka berat, 3 orang luka sedang dan 1 orang luka ringan.

“Mohon maaf atas kesimpangsiuran informasi terkait jumlah korban. Terbatasnya jaringan telekomunikasi di posko bencana, dan jauhnya medan yang ditempuh dalam evakuasi korban menjadi kendala kami dalam menyajikan informasi akurat,” cetusnya.

Saat ini, seluruh korban MD sudah diserahkan ke keluarga masing-masing, kemudian untuk korban luka ada beberapa yang dirujuk ke RS daerah. Ada yang masih dirawat di puskesmas Hiliran Gumanti dan ada yang sudah dibawa keluarga untuk pengobatan di rumah saja.
Baca Juga: Sempat Amblas, Jalan Lintas Riau-Sumbar Km 106 Desa Tanjung Alai Kini Sudah Lancar Dilewati Kendaraan

“Ada yang dirujuk ke RSUD, tapi kami belum mendapat informasi dirujuknya ke RS mana, apakah ke RSUD Arosuka, atau langsung ke RS M Djamil Padang. Kami juga masih mengumpulkan informasi,” tambahnya.

Ia menyebut, tentang kemungkinan bertambahnya jumlah korban, saat ini pihaknya belum bisa memberikan informasi. Saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi intens dengan perangkat nagari-nagari di sekitar lokasi tambang, baik dari Kabupaten Solok maupun dari Solok Selatan.

“Setiap perangkat nagari masih melakukan pendataan, apakah masih ada korban atau tidak. Malam ini kami juga akan rapat, mudah-mudahan tidak ada lagi korban tambahan,” tukasnya.

Pencarian Terus Dilakukan
Baca Juga: Kabar Terkini Longsor Tambang Emas di Solok: 25 Korban Ditemukan, 14 Orang Meninggal, 2 Meninggal saat Dapat Perawatan

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, proses identifikasi jenazah korban ini terus dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, dan pihak terkait lainnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan, lanjut dia, masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, Basarnas, TNI, Polri, PMI, serta masyarakat setempat. Total lebih dari 100 personel terlibat dalam operasi ini.

Medan yang sulit diakses, membutuhkan waktu tempuh sekitar 4-6 jam dengan berjalan kaki, serta tidak adanya jaringan komunikasi di lokasi kejadian menjadi kendala utama yang dihadapi tim gabungan. Namun Abdil Muhari memastikan koordinasi intensif terus dilakukan antara BPBD Kabupaten Solok dengan berbagai pihak terkait, termasuk Basarnas dan TNI/Polri, untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar. Pihak BPBD dan relawan juga telah bergerak untuk memberikan dukungan logistik bagi tim SAR di lapangan.

‘’Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana lainnya di kawasan rawan longsor. Hentikan seluruh aktivitas penambangan ilegal yang sangat beresiko terhadap keselamatan,’’ tutupnya.(frk/rpg/end/muh)

Editor : RP Bayu Saputra
#bencana alam #solok #sumbar #tambang emas