Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karier Cemerlang AKBP Malvino Edward Yusticia Langsung Suram, Sosok Polisi yang Terjerat Kasus Pemerasan WNA Malaysia di DWP 2024

M. Erizal • Sabtu, 4 Januari 2025 | 10:15 WIB
Malvino Edward Yusticia Sitohang, perwira polisi yang dipecat karena terlibat dugaan pemerasan WNA Malaysia di DWP 2024.
Malvino Edward Yusticia Sitohang, perwira polisi yang dipecat karena terlibat dugaan pemerasan WNA Malaysia di DWP 2024.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terlibat kasus dugaan pemerasan terhadap WNA Malaysia di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta Pusat, AKBP Malvino Edward Yusticia Sitohang kini menjadi sorotan publik.

AKBP Malvino menjalani sidang etik di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta pada Kamis (2/1/2025) lalu.

Dalam sidang tersebut, Malvino dikenai sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) berdasarkan Kode Etik Polri (KKEP).

Informasi mengenai keputusan ini telah disampaikan langsung oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri," ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung TNCC, Jakarta Selatan.

Sebagai perwira polisi, karier dan latar pendidikan AKBP Malvino Edward Yusticia cukup cemerlang.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, pada 9 Agustus 1985 ini merupakan putra seorang hakim di Pengadilan Tinggi Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pada tahun 2006, Malvino menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL).

Selanjutnya, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman pada 2010, dan menyelesaikan dua gelar magister di bidang Hukum dan Manajemen pada 2012.

Ia juga meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian dari STIK PTIK pada 2013, serta gelar Master of Strategic Studies dari Victoria University Wellington, Selandia Baru, pada 2016.

Malvino juga lulusan akademi Federal Bureau of Investigation (FBI) dan pernah ikut dalam berbagai pelatihan di luar negeri.

Seperti pelatihan detektif di Western Australia Police Academy dan pelatihan investigasi TKP di International Law Enforcement Academy, Bangkok, Thailand.

Sebagai lulusan FBI, Malvino pernah mewakili Polri dalam konferensi Federal Bureau of Investigation National Academy Associates (FBINAA) 24th Asia Pacific Chapter di Vietnam.

Selain itu, ia mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) setelah berhasil mengungkap sejumlah kasus besar.

Kariernya di dunia kepolisian dimulai di bidang reserse narkoba, di mana ia menunjukkan kontribusi besar dalam pemberantasan narkoba.

Pada 2017, ia berhasil mengungkap penyelundupan narkoba seberat satu ton, 800 kilogram di Banten dan pada 2021, ia mengungkap dua ton sabu di Aceh.

Sebagai pimpinan operasi di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, ia juga membongkar jaringan narkoba internasional, termasuk 389 kg sabu dari Afghanistan serta 117 kg sabu dan 90 ribu butir ekstasi dari jaringan Malaysia-Riau-Jakarta.

Namun, nama Malvino belakangan menjadi perbincangan publik setelah dirinya terlibat kasus dugaan pemerasan di acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 bersama 33 anggota kepolisian lainnya. Kasus ini berujung pada pemecatan dengan tidak hormat.

Sebelumnya, Malvino sempat menjalani sanksi administratif berupa penempatan khusus selama enam hari dan dia telah mengajukan banding atas keputusan pemecatannya.

Editor : M. Erizal
#Malvino Edward Yusticia Sitohang #kasus pemerasan #dwp #pemerasan WN Malaysia