Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Insiden TNI Kontra Polisi di Polres Tarakan Berakhir Damai, Ini Kata Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltara

Redaksi • Rabu, 26 Februari 2025 | 17:29 WIB

 

Pangdam VI/Mulawarman bersama Kapolda Kaltara membesuk personel yang tengah menjalani perawatan.
Pangdam VI/Mulawarman bersama Kapolda Kaltara membesuk personel yang tengah menjalani perawatan.


TARAKAN (RIAUPOS.CO) - Insiden antara TNI kontra Polisi di Tarakan yang sempat bikin was-was warga sekitar berakhir damai. Kedua pihak dari instansi tersebut sama-sama berkomitmen untuk menjaga sinergitas TNI dan Polri. Khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Utara.

Bumi Benuanta, sebutan untuk Kaltara memang sempat mengejutkan dengan kabar adanya insiden pengeroyokan terhadap personel Polres Tarakan.

Namun kejadian tersebut langsung diresam kedua institusi hingga berakhir secara damai.

Kesepakatan ini diambil setelah Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha bersama Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto beserta jajaran forkopimda melaksanakan pertemuan.

Mayjend TNI Rudy Rachmat Nugraha, mengatakan, insiden kesalahpahaman ini berawal saat terjadi pengeroyokan terhadap seorang anggota Yonif 614/RJP oleh oknum personel Polres Tarakan pada Sabtu (22/2/2025).

"Dari hasil mediasi awal antar pihak anggota Polres Tarakan dan anggota Yonif 614/RJP menyepakati bahwa anggota Polres Tarakan yang terlibat akan memberikan biaya pengobatan kepada korban, namun janji tersebut tidak kunjung direalisasikan," kata Rudy.

Sehingga, Senin, (24/2/2025) sekitar pukul 23.30 Wita sejumlah anggota Yonif 614/RJP mendatangi Mapolres Tarakan dengan maksud mencari anggota Polres yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan tersebut.

"Dalam aksi spontanitas itu, terjadi pelemparan batu yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan pintu Pos Jaga serta beberapa kaca di Mapolres Tarakan," ungkapnya.

Setelah kejadian ini, Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltara langsung berkoordinasi untuk meredam situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

 

Kedua institusi telah sepakat untuk menindak personel yang terbukti melakukan pelanggaran, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sebagai bagian dari proses rekonsiliasi, perbaikan terhadap fasilitas Mapolres yang mengalami kerusakan telah dilakukan oleh personel Yonif 613/Rja sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga hubungan baik antar TNI dan Polri," bebernya.

Selain itu, Pangdam VI/Mulawarman juga secara langsung mengunjungi anggota Polres Tarakan yang tengah menjalani perawatan di RSUD Yusuf SK.

Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan langkah nyata dalam membangun kembali hubungan harmonis antar kedua institusi.

Ia juga memberikan pengarahan kepada seluruh personel Yonif 613/RJA dan Yonif 614/RJP.

"Saya tegaskan pentingnya kedisiplinan, profesionalisme serta menjaga hubungan baik dengan seluruh aparat keamanan, termasuk Polri," ujarnya.

Pangdam juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang tidak sesuai aturan akan ditindak tegas demi menjaga nama baik institusi.

Dengan adanya langkah ini, diharapkan seluruh pihak dapat kembali fokus pada tugas utama masing-masing dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.

"Kodam VI/Mulawarman bersama Polda Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas demi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.

Sumber: Radartarakan.jawapos.com

Editor : Eka G Putra
#Polres Tarakan diserang #Pangdam VI Mulawarman #Tarakan Kalimantan Utara #tni polisi adu jotos #tni vs polisi #kapolda kaltara #tni tarakan