JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau kembali menuai sorotan. Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin menilai pelaksanaan program ini kacau dan penuh masalah, mulai dari lemahnya koordinasi dengan pemerintah daerah hingga munculnya ancaman terhadap staf Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pihak BGN tidak pernah berkomunikasi dengan bupati. Bahkan saat ada kasus keracunan di Riau, bupati mengaku tidak tahu-menahu karena tidak pernah mendapat laporan,” kata Sahidin dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala BGN di Komplek Parlemen Senayan, Senin (15/9/2025).
Ia juga menyinggung maraknya praktik jual-beli dapur MBG dengan mengatasnamakan oknum BGN. Banyak pihak mengaku telah mendapat izin pembangunan dapur, namun kenyataannya fasilitas tersebut tidak kunjung dibangun.
Menurutnya, kondisi ini hampir merata di berbagai kabupaten/kota di Riau sehingga program yang seharusnya memberikan pelayanan yang baik bagi generasi muda, tetapi malah menjadi masalah.
“Kalau seperti ini, publik jadi pesimis. Program yang seharusnya membantu masyarakat justru menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Legislator Riau itu mendesak Kepala BGN untuk segera turun langsung ke Riau. DPR meminta dilakukan inspeksi mendadak (sidak), audit menyeluruh, serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang memperjualbelikan nama BGN maupun mengancam staf di lapangan.
“Saya minta kepada bapak sebagai kepala BGN, bapak harus tegas. Harus sidak lapangan, gak bisa dipercayakan begitu saja pak,” pungkasnya.(yus)
Editor : Edwar Yaman