LOMBOK BARAT (RIAUPOS.CO) - Tak disangka Brigadir Esco Faska Rely yang ditemukan tewas ternyata diduga dibunuh istrinya sendiri, oknum Polwan yang bertugas di Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Briptu Rizka Sintiyani.
Sebelumnya hampir sebulan Brigadir Esco Faska Rely dinyatakan hilang hingga jasadnya ditemukan di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya di Desa Jembatan Gantung.
Setelah jasadnya ditemukan, Briptu Rizka Sintiyani sempat pingsan. Namun keluarga merasa kejanggalkan dengan sikapnya yang dingin, tak terlihat seperti kehilangan suami untuk selama-lamanya.
Hingga akhirnya kecurigaan keluarga terbukti saat pihak berwajib juga mengarahkan kecurigaan ke orang terdekatnya yaitu sang istri Briptu Rizka Sintiyani.
Dilansir dari portal media kaltimpost.jawapos.com, Rizka akhirnya ditahan pihak berwajib dengan tuduhan menghabisi suaminya sendiri.
“Hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri korban sebagai tersangka,” terang Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Kholid.
Kasus pembunuhan ini mencuat usai Esco dikabarkan menghilang sejak Selasa (19/8/2025).
Keluarga terakhir kali hilang kontak usai dia dinas di Polsek Sekotong, Lombok Barat.
Berdasarkan informasi beredar, sejak Esco dikabarkan hilang, Rizka disinyalir enggan berupaya mencari keberadaan suaminya.
Hal itu menimbulkan tanda tanya besar terkait sikap oknum polwan yang dinilai acuh tidak acuh dalam kasus tersebut.
Hingga akhirnya Esco berhasil ditemukan pihak keluarga yang berulang kali mencari keberadaannya pada Minggu (24/8/2025).
Namun saat ditemukan, bintara polisi itu sudah dikerubungi lalat lantaran telah meninggal dunia dalam keadaan nyaris membusuk.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan peran pelaku dalam kematian Esco yang ditemukan dengan kondisi memprihatinkan.
Editor : M. Erizal