Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Balik Semangat Pemain Spensa, Ternyata Ada Doa untuk Korban Ponpes Al Khoziny

Redaksi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:50 WIB
Pertandingan Spensa melawan SMPN 21 Surabaya 19-10 di Junior Exhibition Games 2025, DBL Arena Surabaya.
Pertandingan Spensa melawan SMPN 21 Surabaya 19-10 di Junior Exhibition Games 2025, DBL Arena Surabaya.

SURABAYA (RIAUPOS.CO) -- Banyak hal menarik terjadi di balik laga SMPN 1 Surabaya melawan SMPN 21 Surabaya di Junior Exhibition Games 2025, Jumat, 3 Oktober 2025. Pertama, itu adalah laga perdana Spensa -julukan SMPN 1 Surabaya setelah sempat hilang tujuh tahun dari kompetisi yang digelar DBL Indonesia.

Comeback-nya Spensa itu terasa spesial karena di hari yang sama Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani merayakan ulang tahun. Eko turut hadir menemani anak didiknya menjalani comeback di DBL Arena. Bersama para orang tua para pemain.

Ketiga, di laga itu para pemain Spensa menyelipkan pesan di sepatu mereka. Pesan itu bertuliskan "Pray for Ponpes Al Khoziny". Anak-anak Spensa sengaja menampilkan tulisan itu di sepatu mereka sebagai bentuk respect atas kejadian ambruknya bangunan masjid di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, 29 September 2025. Hingga Jumat atau hari keempat, puluhan santri diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan yang ambruk.

"Kami turut merasakan duka atas musibah itu, apalagi korban banyak yang seusia kami," kata M Zidane FR Rahmatullah. Di laga itu, Zidane -sapaan akrabnya- menjadi pencetak poin terbanyak untuk Spensa (6 poin), sekaligus mengantarkan Spensa menang 19-10 atas Spendusa -sebutan SMPN 21 Surabaya.

Pesan tersebut juga merupakan dukungan untuk tim penyelamat Ponpes Al Khoziny. Salah satu orang tua pemain Spensa, Valdiano Widyantoro Putra, bekerja di BPBD Kota Surabaya.

Dia berbagi informasi tentang kejadian itu pada teman-temannya, termasuk soal penyelamatan dramatis dua santri yang terjepit reruntuhan.

Valdiano turut bermain dalam laga tersebut dan menyumbangkan poin lewat tembakan three-point. "Dari cerita Valdiano, kami berinisiatif menampilkan pesan dukungan di sepatu," tambah Zidane.

Laga Spensa vs Spendusa Berjalan Sengit
Pertandingan berlangsung ketat di paruh pertama. SMPN 21 Surabaya sempat menahan permainan Spensa, namun Spensa bermain lebih tenang. Banyak pelanggaran yang dilakukan Spendusa berhasil dimanfaatkan Spensa menjadi poin, termasuk melalui turnovers.

Setelah laga, Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, mengaku bangga dengan penampilan tim basket putra maupun putri. Tim basket putri Spensa sebelumnya berhasil menang 15-7 atas SMP Angelus Custos Surabaya. "Anak-anak bisa bermain lepas, meski sekolah kami sudah lama tidak tampil di DBL," kata Eko.


Kembalinya Spensa ke panggung Junior Exhibition Games 2025, bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North (DBL Surabaya), dilakukan karena dukungan guru dan orang tua yang intens serta bakat para siswa di basket.

Eko berharap, pengalaman tampil di ajang sebesar DBL dapat menjadi bekal berharga bagi anak didiknya, terutama dalam membangun karakter dan semangat sportivitas.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#Ponpes Al Khoziny #Spensa SMPN 1 Surabaya #DBL 2025