Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Program Magang Bergaji Mulai Bergulir. Sebanyak 1.666 Perusahaan Buka 26 Ribu Lowongan

Redaksi • Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, memberikan penghargaan atas pencapaian BRI dalam menyalurkan kredit UMKM yang telah mencapai Rp1.106 triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, memberikan penghargaan atas pencapaian BRI dalam menyalurkan kredit UMKM yang telah mencapai Rp1.106 triliun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah resmi meluncurkan program magang lulusan perguruan tinggi (magang bergaji). Program tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025. Sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda di dunia industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, program itu merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. ’’Per hari ini (Jumat 17/10, Red) sudah ada 1.666 perusahaan yang bergabung yang menyediakan 26.181 lowongan magang,’’ katanya.
Dia melanjutkan, magang bergaji tersebut bakal berlangsung dalam dua gelombang. Peserta akan ditempatkan di sektor usaha, industri, BUMN, lembaga pemerintah, serta Bank Indonesia. ’’Kami ingin mendorong penciptaan lapangan kerja produktif di berbagai sektor,’’ tegasnya.

Uang Saku

Baca Juga: Presiden Ajak Generasi Muda Jadi Pejabat yang Dicintai Rakyat, Tak Perlu Ada Rasa Kasihan terhadap Koruptor

Setiap peserta magang akan mendapatkan uang saku bulanan yang disesuaikan dengan standar daerah masing-masing. Pemerintah juga menanggung iuran jaminan kehilangan kerja serta jaminan kematian (JKM). ’’Dan itu tidak memotong uang saku yang diberikan pemerintah,’’ ujar Airlangga.

Selain dukungan dunia usaha, beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pancasila ikut berkontribusi dalam penyediaan calon peserta. Termasuk penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

’’Saya tidak hanya dapat uang saku, tetapi juga jaminan sosial. Saya pun merasa lebih aman saat menjalani magang,’’ ungkap Aisyah, peserta magang lulusan psikologi UNJ.(lyn/dri/jpg/muh)

Editor : Bayu Saputra
#magang bergaji setara UMK #magang bergaji #Magang bergaji 2025