JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan(Gakkum LHK) meraih penghargaan bergengsi Asia Environmental Enforcement Recognition of Excellence (AEERE) 2024–2025 dari badan-badan PBB (UNEP, UNODC, UNDP), INTERPOL, dan World Customs Organization (WCO).
Penghargaan ini diberikan dalam dua kategori sekaligus, yaitu Impact (Dampak) dan Collaboration (Kolaborasi), atas kinerja penegakan hukum kejahatan lingkungan hidup lintas batas pada periode 2023-2024.
Penghargaan diterima secara virtual dari kantor UNEP di Bangkok, Jumat (17/10/2025) oleh Rasio Ridho Sani sebagai Direktur Jenderal (Ditjen) Gakkum LHK pada periode 2015-2025, saat ini Rasio Ridho Sani sebagai Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan tinggi dari berbagai organisasi internasional. Rasio Ridho Sani mengatakan, penghargaan dari badan-badan PBB dan INTERPOL ini penting sebagai pengakuan dan apresiasi Internasional atas komitmen dan konsistensi Pemerintah Indonesia dalam melawan kejahatan lingkungan hidup, khususnya kejahatan lintas batas.
"Penghargaan kategori Collaboration diraih atas keberhasilan kolaborasi Gakkum LHK dengan BAKAMLA, Kejaksaan, dan Kantor Imigrasi Kota Batam dalam menangani kasus pencemaran minyak oleh Supertanker MT Arman 114," ujarnya.
Kapal dan minyak mentah senilai 166.975,63 metrik ton disita untuk negara, dan nakhodanya dihukum 7 tahun penjara.
"Ini menjadikannya salah satu putusan terbesar dalam sejarah penegakan hukum lingkungan laut di Indonesia," lanjut Rasio Ridho Sani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua institusi mitra dan majelis hakim yang memberikan putusan maksimal.
AEERE Award adalah pengakuan publik terhadap keunggulan dalam memerangi kejahatan lingkungan lintas batas.
Penghargaan AEERE tahun 2024-2025 kepada Gakkum LHK, menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan praktik penegakan hukum lingkungan terbaik di kawasan Asia Pasifik, yang tidak hanya berfokus pada penindakan tetapi juga membangun kolaborasi lintas lembaga yang kuat, dan diakui secara global.
Laporan: Ari Iswandi
Editor : Edwar Yaman