Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

11,6 Juta Keluarga Baru Jadi Prioritas dalam Penyaluran Bansos BLTS Tahap II yang Dimulai Pekan Ini, Begini Tata Caranya

Redaksi • Rabu, 19 November 2025 | 10:24 WIB

 

Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair.
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair.

JAKARTA (RIAUPOS.CO – Sebanyak 11,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru jadi prioritas dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tahap kedua. Ini setelah Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mengumumkan penyaluran itu yang mulai bergulir pekan ini. KPM mengikuti proses verifikasi dan pembaruan data terbaru.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025), menegaskan bahwa jutaan penerima baru tersebut belum memiliki rekening bansos reguler. Karena itu, PT Pos Indonesia kembali ditunjuk sebagai mitra penyalur untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.

“Proses penyaluran bansos dan BLTS ini mengikuti hasil verifikasi daerah dan pemutakhiran data BPS agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak,” ujarnya.

 Baca Juga: Dosen UIR Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan Penerima PKH

Tahun ini, Kemensos mendapat mandat menyalurkan bansos reguler, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Pangan Non-Tunai (sembako), serta BLTS triwulan IV 2025. Total penerima mencapai 35.046.783 KPM, terdiri dari:

- 16,3 juta KPM lama

- 18,7 juta KPM baru berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Setiap penerima manfaat mendapatkan dana stimulan antara Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta, bergantung pada jenis bantuan yang diterima.

Tahap Pertama Rampung, Tahap Kedua Mengalir Pekan Ini

Saifullah menjelaskan bahwa pada penyaluran tahap pertama, pemerintah telah menyelesaikan distribusi kepada 15,7 juta KPM pada Oktober lalu. Tahap kedua kini difokuskan untuk menjangkau 11,6 juta KPM baru yang datanya telah lolos verifikasi DTSEN versi terbaru.

Masih ada sekitar delapan juta lebih KPM yang akan menerima bantuan pada tahap ketiga. Proses penyalurannya baru dapat dilakukan setelah data selesai melalui proses pemutakhiran di daerah.

“Jadi masih ada delapan juta lebih KPM lagi yang akan disalurkan tahap ketiga. Kenapa belum disalurkan, karena datanya masih dalam tahap pemuktahiran,” jelas Saifullah.

 Baca Juga: Dua Hari, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Operasi Zebra di Tembilahan

Diharapkan Tuntas Tahun Ini

Kemensos menargetkan seluruh proses penyaluran bansos, mulai dari tahap pertama hingga ketiga, dapat rampung sebelum akhir tahun. Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang periode akhir tahun dan stabilitas ekonomi nasional.

Saifullah menegaskan bahwa percepatan penyaluran merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar perlindungan sosial terus diperkuat di tengah dinamika ekonomi global.***

Editor : Edwar Yaman
#penyaluran bansos #BLTS Tahap II #pkh #kemesos