Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Munas VI Persinas Asad Perkuat Persatuan Pencak Silat Nasional dan Prestasi

M Ali Nurman • Jumat, 9 Januari 2026 - 11:11 WIB

Ketua umum PB IPSI Benny Gautama Sumarsono (tiga kanan), Ketua Umum PB Persinas Asad Brigadir Jendral Purn TNI Agus Susarso (kiri), dan pengurus PB Persinas Asad lainnya saat pembukaan Munas VI.
Ketua umum PB IPSI Benny Gautama Sumarsono (tiga kanan), Ketua Umum PB Persinas Asad Brigadir Jendral Purn TNI Agus Susarso (kiri), dan pengurus PB Persinas Asad lainnya saat pembukaan Munas VI.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengurus Besar (PB) Persinas Asad menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI Persinas Asad, Kamis (8/1) di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta sekaligus meresmikan Kantor PB Persinas Asad yang terletak di samping Padepokan Persinas Asad di lokasi yang sama.

Mengusung tema ”Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”, Munas VI menegaskan komitmen Persinas Asad dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya bangsa, sportivitas, dan akhlak mulia.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum PB Persinas Asad, Brigadir Jendral Purn TNI Agus Susarso. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Munas VI merupakan momentum penting setelah 30 tahun Persinas Asad berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kebersamaan dalam IPSI telah menumbuhkan nilai kependekaran, kesatria, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa yang kini menjadi karakter warga Persinas Asad.

”Nilai-nilai luhur tersebut dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Namun, hasilnya kini dapat dirasakan, di mana karakter pesilat Persinas Asad diterima dan dihargai di berbagai peran dan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama dan bernilai ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan perkembangan signifikan organisasi. Dari semula memiliki kepengurusan di 24 provinsi, saat ini Persinas Asad telah berkembang di 37 provinsi. Sementara itu, dua wilayah lainnya, yakni Papua Barat dan Papua Pegunungan, masih dalam tahap persiapan pembinaan dan penyediaan fasilitas pendukung.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Susarso menyoroti pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Indonesia.

”Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing, sehingga perlu dihimpun dan dikelola secara profesional agar menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PB Persinas Asad membuka Padepokan PB Persinas Asad di Pondok Gede sebagai rumah besar para pendekar.

”Padepokan dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, serta kantor bersama bagi pengurus perguruan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan pencak silat,” ia menegaskan.

Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Munas VI dan kekuatan persaudaraan yang ditunjukkan Persinas Asad. Ia menyebut kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai sebagai fondasi utama bagi kemajuan pencak silat Indonesia.

”Apalagi, keberadaan padepokan Persinas Asad yang megah, indah, dan penuh ketenteraman, dapat menjadi contoh dan inspirasi bahkan bagi IPSI sendiri. Kehadiran Padepokan ini menunjukkan keseriusan perguruan dalam membangun persatuan dan pembinaan jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua capaian ini tentu tidak terlepas dari peran Ketua Umum beserta seluruh jajaran pengurus. Selain kuat dalam persatuan, Persinas Asad juga telah melahirkan atlet-atlet berprestasi. ”Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar Persinas Asda,” katanya.(ali/c)

Editor : Arif Oktafian
#pencak silat #munas #ipsi #prestasi nasional #jakarta