PADANG (RIAUPOS.COP) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kota Padang.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) 11, yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
Melalui program tersebut, PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berupaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat agar mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan permukiman dari ancaman bencana secara mandiri dan berkelanjutan.
Manager Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 2 PT PLN (Persero), Iwan Arif Setiyawan menegaskan, Program TJSL PLN dirancang untuk memberikan manfaat nyata dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
‘’Program TJSL PLN merupakan wujud nyata komitmen kami untuk tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Melalui Program Desa Siaga Bencana, kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan warga agar mampu menghadapi risiko bencana secara terencana, cepat, dan terkoordinasi,’’ ujar Iwan.
Secara geografis, Kota Padang berada di dekat zona subduksi aktif pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi besar dan tsunami. Selain itu, wilayah ini juga menghadapi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat kondisi topografi dan curah hujan yang tinggi. Kerentanan tersebut semakin terasa di kawasan pesisir padat penduduk seperti Kelurahan Ulak Karang Selatan yang memiliki keterbatasan akses evakuasi.
‘’Dalam skenario terburuk tsunami, waktu evakuasi sangat terbatas. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan potensi korban jiwa dan kerugian sosial,’’ kata Iwan.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN menyelenggarakan pelatihan teknis selama tiga hari yang dirancang secara komprehensif, meliputi pemahaman dasar penanggulangan bencana, pengkajian risiko secara partisipatif, penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas, penyusunan rencana dan jalur evakuasi, simulasi penanganan darurat, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di tingkat kelurahan.
Program ini memberikan manfaat langsung berupa meningkatnya kesiapsiagaan warga, tersusunnya rencana evakuasi dan titik kumpul yang jelas, serta terbentuknya Kelompok Siaga Bencana (KSB) sebagai garda terdepan respon darurat di lingkungan permukiman. Dengan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan mampu merespon situasi darurat secara cepat dan tepat sebelum bantuan eksternal tiba.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN melalui Program TJSL yang dinilainya sejalan dengan kebutuhan daerah rawan bencana.
‘’Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PLN atas pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana ini. Program seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah pesisir. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut,’’ ujar Maigus.(adv)
Editor : Bayu Saputra