Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RSUD Arifin Achmad Operasi Remaja Miliki 2 Rahim

Soleh Saputra • Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB
Tim dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru saat melakukan operasi terhadap remaja yang memiliki dua rahim, baru-baru ini. (RSUD Arifin Achmad untuk Riau Pos)
Tim dokter RSUD Arifin Achmad Pekanbaru saat melakukan operasi terhadap remaja yang memiliki dua rahim, baru-baru ini. (RSUD Arifin Achmad untuk Riau Pos)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Arifin Achmad Provinsi Riau menemukan kasus langka yang dikenal dengan sindrom Herlyn Werner Wunderlich (HWW). Yakni seorang pasien remaja berumur 14 tahun memiliki dua rahim, dua servik, satu vagina, dan satu ginjal. 

Salah satu rahimnya menga­lami penyumbatan sehing­ga darah haid tidak bisa keluar dan menumpuk sampai ke saluran tuba. Hal ini menyebabkan pembesaran dan peregangan organ, se­hingga pasien merasakan rasa sakit dan nyeri di perut saat haid.

Kasus ini ditangani oleh dokter spesialis Obgyn Konsultan Fertility, Endokrin dan Reproduksi yakni dr Imelda E Baktiana MSi Med SpOG(K) FER. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen, USG Transrektal dan MRI maka diputuskan untuk dilakukan join operasi bersama dokter spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi dr Dafnil Akhir Putra SpOG Subsp Urogin Re.

Baca Juga: Aksi TNTN Berakhir usai Zoom dengan Kemenhut

Dokter Dafnil bertugas membuka dinding atau sekat yang menyumbat rahim melalui liang vagina, lalu mengeluarkan darah-darah haid yang menumpuk dan merekonstruksi kembali vaginanya agar kembali seperti semula.

Sedangkan dr Imelda melakukan histeroskopi (tindakan minimal invasif menggunakan selang tipis berkamera dan lampu). Hal ini untuk melihat kondisi rongga rahim dan melakukan laparoskopi (prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan), menggunakan alat bernama laparoskop berupa tabung tipis berkamera dan berlampu) untuk membersihkan darah-darah haid yang telah menyebar keluar hingga ke rongga perut. 

Usai operasi pasien terpantau stabil dan jika tidak ada masalah direncanakan pulang sehari setelahnya untuk menjalani kontrol rutin ke poliklinik. Terkait adanya dua rahim, dr Imelda menyampaikan hal ini terjadi akibat kelainan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi di awal kehamilan. Kasusnya langka karena kemungkinan terjadi dibawah 1 persen atau 1:600  pasien yang mengalami gangguan kegagalan pembentukan organ reproduksi. 

Baca Juga: 8 Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba Disegel, Sekolah Diminta Tingkatkan Pengawasan

“Meskipun mekanisme kelainan fisiknya diketahui, penyebab pasti mengapa gangguan perkembangan embrio ini terjadi belum sepenuhnya dipahami,” ujarnya.

Kepada para ibu yang ingin hamil atau sedang hamil, dr Imelda berpesan sebisa mungkin makan dengan porsi dan gizi yang cukup agar kandungan tetap sehat serta rutinlah memeriksakan diri ke dokter kandungan atau posyandu terdekat. 

Selain itu apabila memiliki anak perempuan yang beranjak pubertas (10-14 tahun) dan mengalami nyeri haid atau tidak haid sama sekali maka segera periksa di faskes (fasilitas kesehatan) terdekat.

“Jangan ragu apabila dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau karena kami memiliki tenaga medis dan alat medis yang sangat mumpuni untuk menangani kasus seputar kandungan dan sistem reproduksi pada wanita,” ujarnya.(sol)

 

Editor : Arif Oktafian
#kasus langka #remaja #RSUD Arifin Achmad