Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aksi TNTN Berakhir usai Zoom dengan Kemenhut

S
Penulis: Soleh Saputra❯
SF HARIYANTO, Plt Gubernur Riau. (JPG)
SF HARIYANTO, Plt Gubernur Riau. (JPG)

Advertisement

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aksi Gabungan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan di samping Kantor Gubernur Riau, telah berakhir, Rabu (15/4). Massa yang menolak direlokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ini telah melakukan aksi sejak Senin (13/4) lalu.

Mereka membubarkan diri setelah difasilitasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto melakukan pertemuan melalui zoom meeting bersama dengan pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di ruang Melati Kantor Gubernur Riau. 

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Kodam Tuanku Tambusai, Polda Riau, koordinator massa aksi, dan perwakilan massa aksi. Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan, pertemuan dengan pemerintah pusat melalui sambungan virtual ini berguna untuk mencari solusi atas persoalan yang disampaikan massa aksi.

“Alhamdulillah, kami bersama forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), lengkap semua sudah melakukan pertemuan bersama pemerintah pusat melalui zoom. Artinya, sudah ada titik temunya,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto, Rabu (15/4). Ia menjelaskan bahwa hasil komunikasi tersebut menunjukkan adanya progres positif. 

‘’Pemerintah pusat membuka ruang dialog lanjutan secara langsung guna membahas persoalan secara lebih komprehensif. Namun mereka (massa aksi) ingin bertemu langsung dengan pemerintah pusat. Alhamdulillah, Pak Dirjen KSDAE (Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, red) Kementerian Kehutanan memberi kesepakatan untuk ditindak lanjuti pertemuan di Jakarta,” jelasnya.

Advertisement

Plt Gubri SF Hariyanto menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama forkopimda siap memfasilitasi seluruh proses komunikasi lanjutan antara masyarakat dan pemerintah pusat. Terlebih, Dirjen KSDAE Kemenhut RI Satyawan Pudyatmoko terbuka untuk melakukan pertemuan secara langsung. “Nanti tinggal mereka atur waktu dan komunikasi saja bersama. Kami Pemerintah Provinsi Riau dan forkopimda untuk memfasilitasikan,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Massa Aksi Wandri Saputra Simbolon menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memfasilitasi aspirasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah sebagai fasilitator dinilai menjadi langkah strategis dalam menjembatani masyarakat dengan pemerintah pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kabinda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Pak Kapolres dan semua yang terlibat pada hari ini (kemarin, red) sudah difasilitasi untuk berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan yang diwakilkan oleh Dirjen,” ungkap Wandri.

Ia tuturkan tindak lanjut dari hasil tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat melalui agenda pertemuan langsung di tingkat pusat. Wandri juga berharap, langkah pertemuan langsung di Jakarta mampu menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat di kawasan TNTN.

“Kami berharap pekan depan, kata Dirjen tadi (kemarin, red) untuk bisa membuat jadwal pertemuan. Kami berharap juga penyelesaian ini ke depannya bisa dengan baik. Dengan demikian maka massa aksi yang sebelumnya bertahan di samping Kantor Gubernur akan kami ajak pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya.(sol)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Plt Gubri Sambut Kepulangan Atlet Asian Para Games Riau

Plt Gubri Sambut Kepulangan Atlet Asian Para Games Riau

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyambut kepulangan atlet Asian Para Games 2026 asal Riau yang meraih 3 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Pempr

Penanganan Karhutla Maksimal, Riau Dikeluarkan dari Daftar 6 Provinsi Prioritas Nasional

Penanganan Karhutla Maksimal, Riau Dikeluarkan dari Daftar 6 Provinsi Prioritas Nasional

Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan keberhasilan Riau keluar dari daftar prioritas nasional penanganan karhutla tak lepas dari kerja keras.

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer

SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Gelar ASEAN Engineer

SF Hariyanto meraih gelar ASEAN Engineer di CAFEO 2026, menjadi gubernur pertama di Indonesia yang mendapat pengakuan profesional tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer