Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

177 Ribu JCH Berisiko Tinggi 360 Petugas Haji Diberangkatkan, Diminta Optimalkan Pelayanan

Redaksi • Sabtu, 18 April 2026 | 09:19 WIB
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  Indonesia foto bersama usai pelepasan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).HAJI.GO.ID
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia foto bersama usai pelepasan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).HAJI.GO.ID

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kuota haji Indonesia tahun ini ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Dari total yang sudah mendaftar, 177 ribu jemaah calon haji (JCH) berstatus risiko tinggi dari sisi kesehatan. Inilah tantangan yang dihadapi para petugas haji saat ini. Karena itu, mereka diminta untuk memberikan pelayanan seoptimal mungkin.

“Ada sekitar 177 ribu dari 203 ribu jemaah calon haji reguler berangkat dengan status risiko tinggi dari sisi kesehatan,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pelepasan petugas haji yang bertugas di Daerah Kerja Daker Madinah dan Bandara di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4).

Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan orientasi pelayanan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Baca Juga: Ingatkan Menhaj soal War Ticket Haji 

Wamenhaj menekankan tugas PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

‘’Kita siap menyukseskan haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan me­ng­e­­l­o­la emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh petugas untuk meniatkan keberangkatan sebagai bagian dari ibadah melalui jalan pengabdian dalam melayani jemaah haji. ‘’Niatkan pelepasan ini bahwa kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan bangsa,” tegasnya.

Sebanyak 363 PPIH Daker Madinah dan Bandara akan bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Wamenhaj juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji, sehingga amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga: SPMA Sudah Rampung, 453 JCH Kampar Siap Masuk Asrama dan Berangkat Haji 2026

‘’Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istitaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jemaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa keberagaman latar belakang jemaah haji Indonesia harus direspons dengan pelayanan yang maksimal dan penuh empati. ‘’Profil jemaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj (15 April 2026), profil JCH Indonesia menunjukkan keragaman yang tinggi. Dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), diikuti pegawai swasta (46.462), PNS (40.143), dan petani (24.126). Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), serta Sarjana/S1 (51.968).

Adapun dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40 ribu orang secara keseluruhan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pelayanan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.

Dahnil menuturkan, tidak ada lagi waktu berleha-leha bagi petugas. Setibanya di Arab Saudi, mereka harus langsung tancap gas menyambut kedatangan jemaah calon haji. Sesuai jadwal Kemenhaj, JCH mulai masuk asrama haji pada 21 April. Kemudian diterbangkan menuju Saudi pada 22 April.

JCH gelombang pertama mengambil rute penerbangan dari tanah air menuju Madinah. Setelah sekitar delapan hari di Madinah untuk ibadah Arbain, jemaah diberangkatkan menuju Makkah. Data lain yang dia sampaikan, sekitar 55 ribu JCH tamatan SD. Kemudian ada 56 ribuan JCH i tamatan SMP. Selain itu, sebanyak 25 persen jemaah calon haji berusia lanjut atau lansia.

Dilantik

Sebelum dilakukan pelepasan, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, melantik secara resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi se-Indonesia di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Jumat (17/4). 

Menhaj menekankan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada jemaah haji harus mengedepankan inklusifitas, terutama kepada jemaah kelompok rentan.

“Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar pelengkap,” tegas Menhaj di Surabaya, Jumat (17/4).

Dalam arahannya, Menhaj menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

“Pelantikan ini adalah peneguhan amanah untuk menghadirkan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan jemaah secara nyata sejak dari embarkasi,” ujar Menhaj.

Dari sisi teknis, Menhaj meminta seluruh PPIH Embarkasi memastikan kesiapan berbasis data yang akurat dan presisi, mulai dari dokumen, pra manifest, penempatan jemaah, hingga layanan kesehatan dan distribusi kebutuhan jemaah yang harus tertata dengan baik.

Terkait skema murur dan tanazul, Menhaj menyebutnya sebagai bagian dari upaya pelindungan dan kemudahan bagi jemaah. Ia menekankan pentingnya pendataan yang valid serta penjelasan yang utuh kepada jemaah.

Integritas petugas juga menjadi sorotan utama. Menhaj mengingatkan bahwa kepercayaan jemaah adalah hal yang tidak boleh dikhianati.  “Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan atau pelayanan yang diskriminatif. Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan,” ujar Menhaj.

Selain itu, ia memberi perhatian khusus pada tata kelola dam yang harus dijalankan secara akuntabel dan transparan. Jika dilaksanakan di Arab Saudi, jemaah wajib melakukannya melalui Proyek Adahi sebagai mekanisme resmi.

Menutup arahannya, Menhaj mengajak seluruh PPIH Embarkasi, baik yang hadir secara luring maupun daring, untuk bekerja sebagai satu kesatuan.  “Walaupun dilantik secara hybrid, kita adalah satu tim nasional dengan satu standar pelayanan,” ujarnya.

Titik Kumpul JCH Pekanbaru Dipindahkan ke MTQ

JCH Kelompok Terbang (Kloter) 1 Provinsi Riau dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Batam pada 23 April 2026. Jemaah ini merupakan rombongan perdana dari Riau yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. JCH asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam kloter 1 ini berjumlah 435 orang. 

Mereka akan mengikuti tahapan keberangkatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh pihak Kemenhaj. Sebelum menuju bandara, JCH Pekanbaru akan berkumpul di purna-MTQ Pekanbaru. Lokasi ini ditetapkan sebagai titik awal pemberangkatan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II.

Sebelumnya, titik kumpul sempat direncanakan berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Jenderal Sudirman. Namun, terjadi perubahan lokasi penjemputan jemaah. “Ada perubahan titik kumpul. Penjemputan jemaah di MTQ,” ujar Kepala Kemenhaj Pekanbaru, Haryati, Jumat (17/4).

Dari lokasi tersebut, jemaah akan diberangkatkan menggunakan 10 unit bus menuju bandara. Hingga kini, jadwal pasti keberangkatan dari titik penjemputan jemaah di MTQ masih menunggu rilis resmi dari Kemenhaj Pekanbaru.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Riau, Defizon, menyebut masih ada sebagian jemaah di daerah yang tengah mengikuti manasik haji. Ia memastikan seluruh persiapan sudah berjalan maksimal dan mengimbau jemaah menjaga kesehatan serta pola makan menjelang keberangkatan.(wan/ttg/das)

Editor : Bayu Saputra
#JCH 2026 #Haji 2026 #petugas haji #haji