PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam hitungan hari, ratusan jemaah calon haji (JCH) akan meninggalkan kampung halaman, menuju perjalanan panjang yang telah lama dinanti. Kloter pertama asal Kota Pekanbaru, sebanyak 435 orang, dijadwalkan menjadi rombongan awal yang memasuki Asrama Haji Batam pada 23 April 2026. Bagi para jemaah, ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan batin. Rias, salah seorang jemaah, menyebut dirinya telah siap lahir dan batin. Di balik kalimat sederhana itu, tersimpan latihan panjang, menata niat, menjaga kesehatan, hingga mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Di sisi lain, keluarga yang ditinggalkan hanya bisa menitipkan doa. “Semoga sehat dan lancar,” ucap Adis, salah satu keluarga jemaah dengan nada yang menyiratkan harap sekaligus haru.
Persiapan keberangkatan pun berjalan rapi. Koper-koper besar para jemaah harus lebih dulu “berangkat” ke kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II sehari sebelum keberangkatan. Aturan ini bukan tanpa alasan. Semua demi memastikan perjalanan ribuan koper itu tiba tepat waktu di tujuan yang sama, mendampingi pemiliknya di Tanah Suci.
Baca Juga: 177 Ribu JCH Berisiko Tinggi 360 Petugas Haji Diberangkatkan, Diminta Optimalkan Pelayanan
Jemaah juga diingatkan untuk tidak membawa barang berlebihan, apalagi benda terlarang, karena setiap detail kecil bisa memengaruhi kelancaran perjalanan besar ini. Di balik layar, kerja panjang panitia terus berlangsung. Kepala Kanwil Kemenhaj Riau, H Defizon, memastikan bahwa hampir
seluruh tahapan telah rampung. Mulai dari dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA).
Menariknya, dokumen penting ini tidak dipegang langsung oleh jemaah, melainkan disimpan oleh petugas demi menghindari risiko tercecer. Semua diatur sedemikian rupa, agar tidak ada celah bagi kekacauan di momen sepenting ini. Namun, tidak semua cerita berujung keberangkatan. Tahun ini, sebanyak 30 jemaah harus menunda langkah mereka. Sebagian karena kondisi kesehatan, sebagian lagi karena takdir berkata lain. Di balik angka itu, ada kisah yang tak selalu terlihat, harapan yang ditunda, bahkan yang harus terhenti.
Baca Juga: SPMA Sudah Rampung, 453 JCH Kampar Siap Masuk Asrama dan Berangkat Haji 2026
“Meski begitu, kesempatan tetap terbuka bagi mereka yang tertunda, sementara kuota yang kosong diisi oleh jemaah lain yang telah lama menunggu giliran,” ujar Defizon.
Perjalanan menuju Batam pun menjadi kisah tersendiri. Dari daratan hingga kepulauan, jemaah menempuh berbagai jalur udara dan laut. Dari Dumai, Indragiri Hilir, hingga Kepulauan Meranti, laut menjadi penghubung menuju embarkasi. Sementara dari Pekanbaru dan beberapa daerah lain, pesawat menjadi pilihan.
Defizon menambahkan, berdasarkan jadwal, pemberangkatan jemaah haji Riau terbagi dalam dua gelombang, dengan keberangkatan pertama dimulai pada 23 April 2026 dan berakhir pada 4 Mei 2026. Sementara itu, gelombang kedua dimulai pada 9 Mei 2026.
Pada gelombang pertama, kloter 03 menjadi rombongan awal yang masuk asrama pada 23 April 2026 pukul 12.20 WIB dan diberangkatkan ke Madinah pada 24 April 2026. Kloter ini dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 4 Juni 2026.
“Selanjutnya, kloter 04 hingga kloter 12 diberangkatkan secara bertahap setiap hari hingga awal Mei 2026 melalui Bandara Hang Nadim Batam dengan tujuan Madinah. Jadwal kedatangan di Arab Saudi berkisar antara siang hingga sore hari waktu setempat,” ujar Defizon.
Pada fase pemulangan, jemaah gelombang pertama secara umum kembali melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, mulai 4 Juni hingga 15 Juni 2026. Setiap kloter dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari yang sama dengan selisih waktu beberapa jam setelah keberangkatan dari Arab Saudi.
Sementara itu, gelombang kedua dimulai dengan kloter 18 yang masuk asrama pada 9 Mei 2026 dan diberangkatkan ke Jeddah pada 10 Mei 2026. Berbeda dengan gelombang pertama, jemaah gelombang kedua berangkat lebih dahulu ke Jeddah sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji. Kloter ini dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 20 Juni 2026.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji asal Riau mencapai 4.661 orang yang tersebar dari berbagai kabupaten/kota, seperti Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Dumai, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Siak, Rokan Hilir, Meranti, serta Kota lainnya. Selain itu, terdapat 10 orang petugas haji dan 11 tenaga kesehatan (TKHI), sehingga total keseluruhan mencapai 4.704 orang.
Dalam jadwal tersebut juga dicantumkan rincian distribusi jemaah per daerah, dengan Pekanbaru menjadi penyumbang terbanyak, diikuti oleh Kampar, dan Bengkalis.(ilo)
Editor : Bayu Saputra