Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pimpinan Baru BGN “Disambut” Keracunan MBG 

Redaksi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:34 WIB
Siswa di Bangkalan, Jawa Timur yang mual dan muntah usai menyantap MBG dirawat di Puskesmas Kokop, Kamis (4/6/2026) malam.(RADAR MADURA GRUP JAWA POS)
Siswa di Bangkalan, Jawa Timur yang mual dan muntah usai menyantap MBG dirawat di Puskesmas Kokop, Kamis (4/6/2026) malam.(RADAR MADURA GRUP JAWA POS)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dirombak. Tiga pejabat lama telah ditahan. Presiden Prabowo Subianto juga memberi warning agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi lahan mencari keuntungan. Namun, insiden gangguan kesehatan massal pasca-mengonsumsi MBG masih terjadi.

Dalam dua hari terakhir, sedikitnya dua insiden dugaan keracunan terjadi. Salah satunya di Bangkalan, Jawa Timur. Puluhan siswa di Kecamatan Kokop mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Hingga Jumat (5/6), sedikitnya 84 penerima program harus menjalani perawatan. Mulai siswa SD hingga SMA. Sebelumnya, mereka mengonsumsi menu MBG produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Barokah Kokop Dupok.

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku telah mengecek langsung kondisi siswa. ”Saat kami ke lapangan, ternyata korbannya lebih banyak,” ujar mantan Kepala Dispendik Bangkalan itu.

Para korban menjalani perawatan di Puskesmas Kokop dan fasilitas kesehatan lainnya. Mereka mengeluh mual setelah menyantap menu MBG yang berisi nasi putih, sate ayam, tempe goreng, acar timun-wortel, dan semangka. ”Jumlah penerima manfaatnya ribuan, tapi yang dilarikan ke puskesmas hanya 84 orang,” katanya.

Puluhan penerima MBG yang harus dirawat tidak hanya berstatus siswa. Ada pula warga umum. Bahkan, keluhan yang dialami lebih parah dibandingkan siswa. ”Hingga muntah-muntah lima kali usai makan menu MBG itu,” tambahnya.

Baca Juga: Pengunduran Diri Mayjen Trenggono dari Dinas Keprajuritan TNI Telah Disetujui Panglima TNI, Fokus Jadi Wakil Kepala BGN  

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi, penerima manfaat menyebut menu yang diterima enak dan tidak berbau. ”Menunya tidak basi, dan korban lahap makannya. Tapi, satu jam kemudian muntah-muntah dan pusing,” katanya.

Satgas MBG Bangkalan telah mengamankan sampel makanan maupun sampel muntahan korban untuk diuji di laboratorium. ”Kami belum bisa memastikan penyebab kejadian ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kokop Zaitun Ernawati mengutarakan, korban berdatangan pada Kamis (4/6) malam mulai pukul 22.00 WIB. Namun, setelah mendapat perawatan dan kondisinya membaik, mereka langsung dipulangkan. ”Hanya empat yang rawat inap. Sedangkan sekarang (kemarin) tinggal dua orang yang masih dirawat inap,” katanya.

Terpisah, PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut menu MBG yang didistribusikan telah melalui pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada masalah. ”Ini akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya,” katanya.

Dia menambahkan, pihak SPPG telah menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat beserta keluarganya. ”Setelah ini kami rehat dulu, dan kami berencana mengundang chef untuk memberikan pelatihan kepada relawan,” janjinya.

Insiden serupa dilaporkan terjadi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Laporan awal menyebutkan tujuh siswa di sebuah SD dilarikan ke puskesmas setelah menyantap menu MBG. Kabar terakhir, jumlah penerima MBG yang menjalani perawatan bertambah menjadi 16 orang.

Laporan Harian
Gonjang-ganjing yang melanda BGN tidak membuat penyaluran MBG di berbagai daerah terimbas. Program andalan presiden itu tetap bergulir hingga kemarin (5/6).

Seperti di SMPN 14 Balikpapan, Kalimantan Timur. Penyaluran MBG di sekolah itu ditinjau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Tiba sekitar pukul 09.00 WITA bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, rombongan Mendikdasmen memantau menu yang disantap para murid. Hari itu menunya nasi putih, ayam goreng, tahu, sayur, dan buah.

Mereka juga berinteraksi cair dengan para siswa. Sederet humor segar dilontarkan. ”Kalau makan enak bahasa Arabnya apa? Jawabannya Makan Lahab,” ujarnya yang membuat siswa tertawa.

Ditemui usai peninjauan, Mu’ti menyebut pergantian pucuk kepemimpinan di tubuh BGN tidak berpengaruh terhadap penyaluran MBG di sekolah.

Dia mengatakan, nantinya seluruh sekolah diminta memberikan laporan mengenai menu yang disediakan SPPG setiap hari. Hal ini sesuai arahan presiden saat pertemuan dengan ribuan pengelola SPPG beberapa hari lalu di Sentul, Bogor. ”Untuk sekarang yang saya lihat sudah oke, walaupun mungkin perlu ada yang ditingkatkan,” ungkapnya.

Eny Fitriyati, Kepala SMPN 14 Balikpapan, mengungkapkan bahwa kehadiran MBG dalam 10 bulan terakhir memberikan dampak signifikan bagi anak-anak di sekolah. ”Murid jadi lebih giat belajar karena energinya tercukupi dari makanan yang dikonsumsi,” katanya.(za/jup/mia/ris/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Mbg #pimpinan baru #BGN #keracunan