JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Pertamina (Persero) terus memantau perubahan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari nonsubsidi ke subsidi yang dilakukan oleh masyarakat imbas dari penyesuaian harga pada Juli 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan perusahaan terus memantau adanya perubahan pembelian BBM di masyarakat.
”Kami terus pantau sehingga dalam penyalurannya sendiri kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM non-subsidi dan BBM subsidi tersebut,” ujar Baron saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/7).
Baca Juga: Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Baron mengatakan, penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan dengan beberapa prosedur yang telah ditetapkan pemerintah berdasarkan peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
”Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya. Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga,” ujarnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai Rabu (1/7). Di Provinsi Riau, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Omzet Rp500 Juta Bebas PPh Pasal 22
Harga Pertamax tetap bertahan di angka Rp17.000 per liter. Sementara Pertamax Turbo menjadi Rp20.150 per liter atau turun Rp1.500 per liter dari harga sebelumnya.
Penurunan paling signifikan terjadi pada solar nonsubsidi. Dexlite kini menjadi Rp20.550 per liter, turun Rp3.450 dari sebelumnya Rp24.000 per liter. Sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp22.100 per liter atau berkurang Rp3.800 per liter dari harga sebelumnya Rp25.900 per liter.(jpg)
Editor : Arif Oktafian