Budi Arie Minta Maaf

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:24 WIB

 

BUDI ARIE SETIADI. (JPG)
BUDI ARIE SETIADI. (JPG)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Projo), Budi Arie Setiadi, menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya mengenai “patahan sejarah” dan insting bahwa sesuatu bisa terjadi “lebih cepat dari 2029” menjadi perbincangan publik.

Budi Arie memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.

“Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam sebuah tayangan video, Rabu (26/8).

Baca Juga: DPR Siap Terima Aspirasi Massa Aksi 27 Agustus

Ia menegaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam forum tersebut merupakan pandangan pribadi. “Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,” tegasnya.

Budi Arie juga secara khusus menegaskan bahwa ucapannya tidak memiliki keterkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), meskipun dalam video yang beredar dirinya terlihat berada di samping mantan Presiden tersebut.

“Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” ucapnya.

Baca Juga: Ulama Gelar Halaqah dan Soroti Kepemimpinan PBNU

Selain meminta maaf, Budi Arie menyatakan siap mempertanggungjawabkan pernyataannya. Ia juga mengaku bersedia menerima konsekuensi atas analisis dan ucapan yang telah disampaikannya.

“Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia,” pungkasnya.(jpg)

 

 

 

Editor : Arif Oktafian
budi arie setiadi joko widodo projo