ESDM Ajukan Rp27,37 T di RAPBN 2027

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:09 WIB
(Ahmad Erani Yustika). Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(Ahmad Erani Yustika). Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan sekitar Rp22 triliun untuk program-program pembangunan infrastruktur, seperti jaringan gas (jargas) hingga listrik desa (lisdes). 

”Jadi, dari Rp27 triliun (anggaran ESDM, red), sebesar Rp22 triliun itu dipakai untuk yang terkait dengan gas, jargas, pipa transmisi gas, untuk membangun infrastruktur energi, plus listrik desa,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika, akhir pekan lalu.

Erani menyampaikan, anggaran yang diajukan oleh Kementerian ESDM untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 memang cukup besar, yakni Rp27,37 triliun. 

Baca Juga: Angka Kemiskinan versi BPS Beda dari Bank Dunia

Adapun rincian dari anggaran tersebut, yakni Sekretariat Jenderal sebesar Rp537,9 miliar; Inspektorat Jenderal sebesar Rp122,46 miliar; Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun; Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp10,4 triliun.

Lebih lanjut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) senilai Rp702,53 miliar; Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional sebesar Rp 81,47 miliar; Ditjen Penegakan Hukum ESDM senilai Rp 89,38 miliar; BPSDM ESDM sebesar Rp874,90 miliar.

Kemudian, terdapat besaran anggaran untuk Badan Geologi senilai Rp774,8 miliar; BPH Migas sebesar Rp474,4 miliar; Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar Rp1,815 triliun; dan BPMA sebesar Rp109,34 miliar. 

Baca Juga: 8 Bandara Ditutup, Ribuan Penumpang Batal Terbang Empat Gunung Erupsi Serentak

Dengan demikian, tiga unit dengan anggaran terbesar merupakan Ditjen Migas dengan program pembangunan jaringan gas (jargas) dan konverter kit (konkit) petani; kemudian Ditjen Ketenagalistrikan dengan program listrik desa (lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL); serta Ditjen EBTKE dengan program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), konversi motor listrik, dan konversi kompor listriknya.

”Rp27 triliun, besar memang. Karena kan kami memang setiap tahun diminta untuk memastikan agar nanti pada tahun 2029 semua warga Indonesia itu bisa menikmati akses listrik,” kata Erani.

Sebelumnya, Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menyetujui usulan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,372 triliun untuk tahun anggaran 2027. 

Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan MBG dalam 3 Hari

Menanggapi persetujuan Komisi XII ihwal anggaran Kementerian ESDM, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan terima kasihnya dan berkomitmen untuk merealisasikan berbagai target untuk tahun anggaran 2027, termasuk lifting minyak. Target lifting minyak bumi naik menjadi 612.500 barel per hari pada 2027, dari target 610 ribu barel per hari pada 2026.(jpg) 

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
RAPBN 2027 Anggaran ESDM kementerian esdm