Indonesia Didorong sebagai Pencipta AI di Tingkat Global

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:16 WIB
Meutya Hafid. (JPG)
Meutya Hafid. (JPG)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pesatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia belum otomatis membuat Indonesia memiliki kapasitas sebagai pemain utama teknologi global. Pemerintah menilai penguatan talenta, riset, infrastruktur, hingga kebijakan menjadi kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi teknologi AI dari luar negeri.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia perlu membangun kapasitas nasional agar mampu menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna.

Menurutnya, pengembangan AI perlu berjalan beriringan dengan energi bersih dan pendidikan STEM. 

Baca Juga: ESDM Ajukan Rp27,37 T di RAPBN 2027

”Melalui perpaduan AI bertenaga energi bersih dan pendidikan STEM, kita membangun kapasitas nasional agar Indonesia berdiri sendiri sebagai pencipta global, bukan sekadar konsumen,” ungkap Luhut dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9) lalu.

Senada, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengingatkan bahwa tingginya tingkat adopsi AI, khususnya di kalangan generasi muda, belum cukup untuk membentuk kapasitas AI nasional. ”Indonesia tidak memulai dari nol mengingat pesatnya adopsi AI di kalangan generasi muda, namun tingkat penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional. Tanpa penyelarasan strategis di seluruh bidang kebijakan, riset, talenta, dan infrastruktur, kita berisiko hanya menjadi pasar konsumen bagi teknologi luar,” ujarnya.

Meutya menyebut kehadiran ”Garuda Spark Innovation Hub” di UID Bali Campus sebagai Regional Hub dan Global Gateway Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan industri, investor, dan inovator global.  

Baca Juga: Angka Kemiskinan versi BPS Beda dari Bank Dunia

Di sisi lain, forum tersebut tidak hanya membahas kapasitas teknologi. Dimensi kemanusiaan dan spiritualitas juga menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai masa depan AI.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
AI Indonesia Teknologi Indonesia artificial intelligence