JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau harus dilakukan secara terpadu dan menitikberatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.
Menurut dia, dampak erupsi gunung yang berada di Selat Sunda itu telah mempengaruhi kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
“Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga harus memastikan setiap kebutuhan masyarakat terdampak dapat terfasilitasi,” kata Puan di Jakarta, Senin (7/9).
Baca Juga: Hukum Jangan Lagi Jadi Alat Penguasa
Dia meminta pemerintah melakukan penanggulangan bencana secara komprehensif serta memastikan ketersediaan masker dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi dampak yang disebabkan terhadap rakyat dapat diminimalisir dengan kehadiran Negara yang lebih cepat,” katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sebagai satu kesatuan agar warga memperoleh perlindungan yang sama meskipun berada di provinsi berbeda. Untuk itu, dia meminta pemerintah memberikan jaminan yang jelas kepada masyarakat dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Tidak boleh ada daerah yang siap dengan stok dan layanan memadai, sementara daerah lain membiarkan masyarakat kekurangan kebutuhan dasar dalam menghadapi bencana erupsi gunung,” katanya.
Baca Juga: Indonesia Didorong sebagai Pencipta AI di Tingkat Global
Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa perhatian juga harus diberikan kepada pekerja harian, pedagang kecil, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga yang pendapatannya terhenti akibat pembatasan aktivitas.
“Kebijakan keselamatan harus disertai perlindungan agar keluarga tidak dipaksa memilih antara menghindari paparan atau tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, namun aktivitas vulkanik masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.(jpg)
Editor : Arif Oktafian