CIBINONG (RIAUPOS.CO) - Sungguh bikin geleng-geleng kepala hasil inspeksi mendadak (sidak) yang diulakukan Ombudsman RI ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Bagaimana tidak, hasil temuannya mencengangkan publik, dimana ada hunian penjara mewah bagi narapidana yang ditahan di sana, tidak sampai disitu saja, juga ditemukan proyek pembangunan simulator golf.
Hunian mewah dengan fasilitas lengkap setara apartemen dalam temuan sidak Ombudsman pada Rabu (23/9/2026) membuat terungkapnya beragam fakta tentang kehidupan tahanan di penjara. Sidak Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong ini dikabarkan sempat memicu terjadinya kontak fisik.
Anggota Ombudsman RI Syafrida R Rasahan mengungkap beberapa temuan di sekitar lapas tersebut. Sebelum mendapati kejanggalan, pihaknya sempat bertanya kepada petugas lapas ihwal area di belakang pagar lapas.
Baca Juga: Profil Alex Eala Petenis Filipina Peringkat 18 Dunia WTA, Penyuka Nasi dan Milk Tea Kelahiran 2005
Oleh petugas dijawab bahwa di area tersebut berdiri rumah dinas kepala Lapas Kelas IIA Cibinong. Setelah didatangi, yang ditemukan bukan hanya rumah dinas.
”Kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding seng cat warna biru. Kemudian juga terdapat rumah seperti klaster,” kata Syafrida.
Tidak hanya itu, Syafrida mendeskripsikan beberapa hunian yang terlihat seperti vila dengan beberapa tipe. Dia juga turut menyebut keberadaan proyek pembangunan simulator golf di area tersebut.
Baca Juga: Pemprov Riau Pastikan Tenaga PPPK Dapat Perlindungan Jaminan Sosial
Kemudian keberadaan fasilitas gym yang sudah berdiri tidak jauh dari kolam. Saat masuk lebih jauh ke belakang, dia mendapati rumah dengan area parkir mobil cukup luas.
”Ada mobil yang kami dapati di situ, ada 2 mobil mewah yang kami dapati ada di situ dan ini rumah yang tipe hunian 3 yang kami temukan. Ini menunjukkan, Ombudsman menemukan bahwa keamanan di Lapas Kelas II A Cibinong ini sangat longgar,” jelasnya.
Dalam rekaman video yang ditunjukkan oleh Ombudsman, rumah-rumah tersebut berjejer rapi dan berdiri kokoh. Lengkap dengan kanopi serta pagar berwarna hitam.
Syafrida tidak bisa menyebut jumlah pasti rumah-rumah itu, namun perkiraannya ada sekitar 10 unit. Salah satu rumah sempat dimasuki oleh petugas Ombudsman. Dalam rumah itu juga tampak sejumlah fasilitas mewah.
”Sedangkan yang seperti villa itu, dari rumah warna putih tadi itu belok ke kanan itu ada rumah dinas kepala lapas,” bebernya.
Saat sidak berlangsung, Syafrida menyebutkan bahwa pihaknya sempat bertemu dengan salah seorang warga binaan. Namun, dia memastikan warga binaan itu bukan tokoh yang dikenal oleh publik.
Baca Juga: Jalur Toduang Bakotat Dilayur, Masyarakat Pauh Angit Sambut Pj Bupati Kuansing Muklisin
Pihaknya hanya menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah narapidana. Tidak seharusnya narapidana tersebut berada di luar area blok sel Lapas Kelas IIA Cibinong.
”Kami mendapati dihuni oleh warga binaan dimana menurut keterangan warga binaan yang ditemui yang bertemu dengan Tim Ombudsman, dan kemudian dia menjawab memang dia adalah warga binaan,” jelasnya.
Editor : Eka G Putra