LEVERKUSEN (RIAUPOS.CO) – Bayer Leverkusen meraih tiket ke final Liga Europa usai mengalahkan AS Roma secara agregat 4-2. Dalam laga leg kedua semifinal di Bay Arena, Leverkusen nyaris kalah, namun akhirnya mampu menyamakan skor 2-2.
Dengan hasil imbang itu artinya 49 laga Bayer Leverkusen tidak terkalahakan di 49 di semua kompetisi. Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso mengatakan anak asuhannya layak mendapatkan ketiga gelar atau treble winner musim ini,
Pelatih asal Spanyol ini menambahkan bahwa timnya memiliki penampilan tim yang menginginkan lebih dari sebuah musim yang bersejarah.Baca Juga: Akhirnya, Justin Bieber Umumkan Kehamilan sang Istri
Bayer Leverkusen, juara Bundesliga yang juga telah mencapai final Piala Jerman pada 26 Mei, memainkan pertandingan ke-49 mereka tanpa kekalahan di semua kompetisi, melampaui rekor Eropa yang telah lama dipegang oleh Benfica dari tahun 1963 hingga 1965.
Mereka memecahkan sejarah tersebut setelah kebangkitan di menit-menit akhir dari ketertinggalan dua gol untuk mengamankan hasil imbang 2-2 di BayARena atas AS Roma dan mengamankan tempat mereka di final 23 Mei di Dublin dengan agregat 4-2.
“Kami menunjukkan karakter yang luar biasa hari ini setelah gol kedua mereka. Saya menatap mata para pemain setelah itu dan melihat bahwa mereka menginginkan lebih," kata Xabi Alonso.
Baca Juga: Sebut Bung Karno Bukan Milik Satu Partai, PDIP Tersinggung dengan Pernyataan Prabowo
“Kami masih memiliki peluang untuk memenangkan tiga gelar. Dan para pemain saya layak mendapatkan ketiga gelar tersebut.” tambahnya.
Leverkusen mendapatkan sedikit keberuntungan saat pemain bertahan Roma, Gianluca Mancini, membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri di menit ke-82.
Pemain pengganti Josip Stanisic kemudian mencetak gol penyeimbang sesaat sebelum peluit akhir dibunyikan untuk membawa Leverkusen mencatatkan rekor dan mengatakan bahwa itu adalah salah satu momen terbesar dalam kariernya.
“Tentu saja salah satunya. Kami tahu apa yang dipertaruhkan, kami benar-benar ingin mencapai final dan saya pikir Anda bisa melihatnya selama 90 menit hari ini,” kata pemain internasional Kroasia, Josip Stanisic.Baca Juga: Ketimbang Beli Avanza Baru, Mending Beli Toyota Voxy Serasa Alphard Harga Bekasnya hanya Rp200 Jutaan
“Saya tidak berpikir kami akan peduli pada akhirnya jika kami kalah dan tetap melaju karena kami benar-benar ingin mencapai final," jelasnya.
Bagi Roma, kesempatan untuk mencapai final Liga Europa kedua berturut-turut setelah musim lalu dikalahkan Sevilla melalui adu penalti hilang di menit-menit akhir pertandingan.
Daniele De Rossi menyebut kebobolan dua gol di akhir pertandingan merupakaan sesuatu yang sangat menyakitkan.
“Mengetahui bahwa tidak ada yang pernah mengalahkan mereka musim ini, sangat menyakitkan melihat kami kebobolan gol seperti itu. Itu sangat menyakitkan,” kata pelatih AS Roma Daniele De Rossi.
Editor : RP Edwar Yaman