JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Bek Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia, Rizky Ridho, tengah menikmati masa libur kompetisi dengan mudik ke kampung halamannya, Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Rizky Ridho menyempatkan diri untuk hadir di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) pada Jumat (17/5/2024). Kehadirannya disambut hangat oleh rektor, dosen, serta rekan-rekannya di kampus.
Selain bertemu dengan teman-temannya, juga menerima penghargaan dari Rektor UM Surabaya, Sukadiono. Penghargaan tersebut berupa uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Piala Asia U-23.
Ridho juga memberikan jersey putih bernomor punggung 5 dengan nama R Ridho yang diduga ia pakai di ajang Piala Asia U23 2024 kepada Sukadiono sebagai tanda kenang-kenangan.
Dilansir dari Jawa Pos pada Selasa (21/5), sebelum musim kompetisi berakhir dan kepulangan kapten Timnas Indonesia U-23 tersebut ke Kota Pahlawan, ia sudah menjadi incaran dari mantan klubnya, yakni Persebaya Surabaya.
Jika menilik laman resmi Transfermarkt, Rizky Ridho baru meninggalkan Persebaya Surabaya di awal musim 2023-2024, dengan memilih hijrah ke Persija Jakarta dan diganjar kontrak sampai 2026.
Kehilangan pemain jebolan Liga Persebaya tersebut membuat lini pertahanan Green Force keteteran. Tercatat, klub kebanggaan Bonek Mania ini memiliki selisih gol sejumlah minus 13, dan menempati urutan ke-11 klasemen.
Sebenarnya, perjalanan Rizky Ridho dan Persebaya Surabaya tidak sepenuhnya mulus, bahkan sang pemain pernah 'dikagetkan', dengan seorang penyerang yang baru muncul ke permukaan. Saat itu, Green Force dibantai dengan skor 0-3 oleh PSM Makassar di Pare-Pare, dan membuat Rizky Ridho sampai geleng-geleng kepala.
Penyerang tersebut tak lain dan tak bukan adalah rekannya di Timnas Indonesia saat ini, Ramadhan Sananta. Di momen tersebut, Rizky Ridho harus mengakui keperkasaan Sananta sebagai seorang striker.
Dilansir dari YouTube Sport77, Ramadhan Sananta yang kala itu merasa belum terkenal, membuat bek andalan Persebaya itu terkejut dengan performanya. "Dia ngerendahin saya, dia bilang 'Ini pemain mana lagi ini? Gak terkenal'. Anaknya sombong memang," ujar Sananta dengan bercanda.
Candaan tersebut ditanggapi oleh Mamat Alkatiri selaku host mengatakan bahwa Sananta harus tetap hormat pada Ridho, selaku kapten Timnas Indonesia. "(Meskipun jadi kapten) di lapangan saya maki-maki juga, tiap dia mau marah-marah terus. Tapi kalau di kamar kita bercanda terus," balas Sananta.
Sananta juga mengenang keberhasilannya menaklukkan Rizky Ridho yang dianggapnya tangguh, dengan mencetak satu dari tiga gol yang disarangkan PSM Makassar ke gawang Satria Tama. "(Rizky Ridho) lewat hari itu. Siapa itu Rizky Ridho? Lewat, selesai. Saya first time bola, dia kaget," cerita Sananta kembali dengan penuh canda.
Kenangan tersebut sebenarnya ia ceritakan juga pada Ridho, ketika sudah sama-sama bermain di Timnas Indonesia, baik di senior maupun kelompok usia.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi