PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Promosi ke Liga 1 jadi target utama PSPS Riau musim depan. Untuk itu PSPS bergerak cepat mempersiapkan diri menghadapi Liga 2 musim 2024/2025. Salah satunya dengan merekrut pelatih berkelas yang juga mantan bek kiri andalan Timnas Indonesia, Aji Santoso sebagai pelatih kepala.
Senin (10/6/2024) siang, Aji Santoso resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala PSPS Riau, dan sore harinya dia langsung menggelar seleksi pemain lokal.
Berikut profil dan perjalanan karier pelatih baru Askar Bertuah (julukan PSPS Riau). Berawal dari karier gemilangnya sebagai pemain hingga menjadi pelatih sukses, Aji Santoso telah meninggalkan jejak abadi di lapangan hijau.
Baca Juga: Menelisik Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Filipina, Skuad Garuda Unggul Telak
Masa Keemasan sebagai Pemain
Aji Santoso lahir pada 6 April 1970 dan memulai karier sepakbolanya sebagai pemain belakang, khususnya di sektor kiri.
Namanya melejit saat membela timnas Indonesia, mencapai puncak kejayaan dengan menyumbangkan medali emas SEA Games 1991.
Aji tetap konsisten di level klub, membantu Arema, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar meraih gelar juara kompetisi tertinggi PSSI saat itu.
Pencapaian Gemilang di Persebaya Surabaya
Seiring dengan pensiun sebagai pemain, Aji Santoso membawa semangat dan keberhasilannya ke dunia kepelatihan. Di Persebaya Surabaya, Aji Santoso menorehkan prestasi yang mengesankan.Baca Juga: Perkenalkan Aji Santoso, Sore PSPS Langsung Seleksi Pemain Lokal
Pada tahun 2011, Persebaya Surabaya berhasil meraih juara tanpa mahkota Liga Primer Indonesia yang tidak dilanjutkan di bawah asuhan Aji Santoso, menandai awal dari dominasi mereka di kancah sepakbola nasional.
Perjalanan Kepelatihan yang Inspiratif
Aji Santoso tak hanya melatih klub-klub besar seperti Persebaya Surabaya, tetapi juga membawa keberhasilan bagi Timnas U-23.
Pada tahun 2012, dia memimpin Timnas U-22 dan menjadi asisten pelatih U-23 pada tahun 2011 hingga 2013. Prestasi ini menjadi landasan bagi karier kepelatihannya yang semakin bersinar.Baca Juga: PSPS Riau Tunjuk Aji Santoso sebagai Pelatih Baru, Segera Rekrut 5 Pemain Liga 1
Kembali ke Persebaya Surabaya: Liga 1 2019
Di musim kompetisi Liga 1 2019, Aji Santoso kembali ke pangkuan Persebaya Surabaya. Meskipun harus merelakan dua pemain andalan absen, Aji membuktikan kepiawaiannya dengan membawa tim hingga ke final, meraih posisi runner-up.
Prestasi ini mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih terbaik di Indonesia.
Pemimpin yang Kreatif dan Inspiratif
Aji Santoso bukan hanya sekadar pelatih, tetapi juga seorang pemimpin kreatif dan inspiratif. Dia terbukti mampu menghadapi tantangan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan tim serta pemain yang dilatihnya.
Namun, karena prestasinya bersama Persebaya Surabaya terus menurun, dia akhirnya harus hengkang dari Persebaya Surabaya di Liga 1 2023/2024.
Tukangi Persikabo 1973
Tidak berhenti di situ, Aji Santoso melanjutkan perjalanannya sebagai pelatih Persikabo 1973 sejak 16 Agustus 2023 hingga 9 Maret 2024, menggantikan Salvador Rodriguez yang diangkat menjadi direktur teknik klub.
Sejak melatih Persikabo, Aji gagal memberikan hasil memuaskan untuk tim yang bermarkas di Bogor. Dalam 20 pertandingan, Aji hanya bisa memberikan satu kemenangan. Sedangkan sisanya berupa enam imbang dan 13 kekalahan. Alhasil Persikabo 1973 degradasi ke Liga 2.Baca Juga: Jelang Laga Hidup dan Mati Kontra Filipina, Timnas Indonesia Tak Anggap Remeh The Azkals
Legenda yang Hidup
Aji Santoso bukan hanya seorang legenda sepakbola Indonesia sebagai pemain, tetapi juga sebagai pelatih yang berhasil menciptakan prestasi gemilang.
Jejaknya di Persebaya Surabaya dan peranannya dalam mengembangkan talenta muda di timnas membuatnya menjadi sosok inspiratif dalam dunia sepakbola Tanah Air.
Target Promosi, Terima Tawaran PSPS
Aji Santoso menerima tawaran PSPS karena klub berjuluk Askar Bertuah itu punya target promosi ke Liga 1. Aji menyebut ketika manajemen PSPS mengajak bergabung, dia hanya menjawab apa targetnya. Kemudian CEO PSPS Effendi Syahputra dan COO Edward Riansyah menjawab targetnya adalah promosi ke Liga 1.
“Dengan target itu saya menerima. Karena sebelum saya memutuskan menerima tawaran ini, ada beberapa klub Liga 1 yang juga menawari saya. Selain itu karena pendekatan saya dengan beliau-beliau inilah dan keseriusan PSPS untuk bisa promosi ke liga 1. Pertimbangan-pertimbangan itu lah hingga akhirnya saya memutuskan mau menjadi pelatih PSPS," ujar Aji Santoso.
Menarik ditunggu kiprah Aji Santoso bersama PSPS yang sudah lama merindukan kembali ke kompetisi elite sepakbola Indonesia, Liga 1.***
Editor : RP Edwar Yaman