Salah satu sosok yang paling disorot adalah Julian Nagelsmann, pelatih termuda yang akan memimpin Der Panzer, Jerman, di turnamen ini. Pertandingan pembuka Euro 2024 akan berlangsung pada Sabtu, 15 Juni 2024 dini hari WIB. Laga ini akan mempertemukan tuan rumah Jerman dengan Skotlandia di Allianz Arena, Munich.
Bagi Jerman, ini adalah momen penting untuk memulai turnamen dengan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri. Harapan tinggi pun disematkan kepada Julian Nagelsmann, pelatih muda berusia 36 tahun, yang dipercaya untuk membawa Jerman meraih kejayaan di rumah sendiri.
Nagelsmann, yang sebelumnya menangani klub-klub besar seperti TSG Hoffenheim, RB Leipzig, dan Bayern Muenchen diangkat menjadi pelatih tim nasional Jerman menggantikan Hansi Flick. Penunjukan Nagelsmann terbilang mengejutkan karena dia tidak memiliki pengalaman melatih tim nasional sebelumnya. Bahkan, usianya yang 36 tahun membuatnya lebih muda daripada beberapa pemainnya, termasuk kiper andalan Manuel Neuer yang berusia 38 tahun.
Meski demikian, Nagelsmann bukanlah nama asing di dunia sepak bola. Dia dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling berbakat di Jerman, dengan pencapaian yang mengesankan di level klub. Di Bayern, Nagelsmann berhasil membawa tim meraih gelar Liga Jerman dan Piala Super Jerman. Keberhasilannya di level klub inilah yang membuat federasi sepak bola Jerman (DFB) yakin untuk memberikan tanggung jawab besar kepadanya.
Tidak hanya Jerman yang mengambil langkah berani dengan menunjuk pelatih muda tanpa pengalaman internasional. Belgia juga melakukan hal serupa dengan mempercayakan tim nasional mereka kepada Domenico Tedesco. Pelatih berusia 38 tahun ini, yang lahir dan besar di Italia, juga tidak memiliki pengalaman melatih tim nasional sebelumnya. Sebelumnya, Tedesco menangani klub-klub seperti Erzgebirge Aue, Spartak Moscow, dan RB Leipzig.
Langkah berani ini mencerminkan fenomena yang sedang berkembang di sepak bola Eropa, di mana klub-klub besar semakin sering mempercayakan tim mereka kepada pelatih muda. Tren ini kini merambah ke level tim nasional, dengan harapan bahwa pendekatan segar dan inovatif dari para pelatih muda ini bisa membawa tim ke level yang lebih tinggi.
Meski Nagelsmann dan Tedesco sama-sama menghadapi tantangan besar, keduanya memiliki kesempatan untuk membuktikan diri di Euro 2024. Bagi Nagelsmann, tantangan terbesar adalah waktu. Dia hanya memiliki sekitar delapan bulan untuk mempersiapkan tim sebelum turnamen dimulai. Ini adalah waktu yang sangat singkat untuk membentuk tim yang solid dan siap bersaing di level tertinggi.
Di sisi lain, Tedesco memiliki sedikit lebih banyak waktu untuk mempersiapkan timnya. Sejak ditunjuk sebagai pelatih Belgia pada awal 2023, Tedesco sudah memiliki sekitar 16 bulan untuk bekerja dengan timnya. Meski demikian, tantangannya tidak kalah besar. Belgia sedang dalam masa transisi setelah beberapa pemain kunci dari generasi emas mereka memutuskan pensiun.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa pelatih muda bisa meraih sukses di turnamen besar meskipun dengan waktu persiapan yang singkat. Roberto Mancini, misalnya, berhasil membawa Italia menjuarai Euro 2020 meskipun baru ditunjuk sebagai pelatih pada 2018. Mancini memiliki sekitar tiga tahun untuk mempersiapkan timnya, tetapi dia membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kerja keras, sukses bisa diraih.
Fernando Santos adalah contoh lain. Pelatih Portugal ini berhasil membawa timnya meraih gelar juara Euro 2016 meskipun hanya memiliki dua tahun untuk mempersiapkan tim. Pengalaman Santos yang luas di level klub dan tim nasional membantunya untuk membentuk tim yang kuat dan kompetitif dalam waktu singkat.
Bagi Nagelsmann, tantangan terbesar adalah bagaimana dirinya bisa memanfaatkan waktu yang terbatas untuk mengenal dan membentuk timnya. Dalam sebuah wawancara dengan UEFA, Nagelsmann mengakui bahwa melatih tim nasional jauh lebih menantang dibandingkan melatih klub. Sebagai pelatih tim nasional, dia tidak bisa bertemu dengan pemain setiap hari seperti di klub. Hal ini membuatnya harus bekerja lebih keras untuk memantau performa pemain dan menentukan strategi yang tepat. "Ini lebih rumit dibandingkan ketika Anda melatih klub. Anda harus berbicara dengan staf dan pemain pada waktu yang tepat agar pesan yang ingin disampaikan bisa benar-benar terserap. Anda harus memberikan pesan kepada pemain pada waktu yang tepat agar memiliki efek nyata pada tim," kata Nagelsmann.
Selain Nagelsmann dan Tedesco, ada beberapa pelatih debutan lain yang juga akan menarik perhatian di Euro 2024. Luciano Spalletti, yang berhasil membawa Napoli meraih gelar Liga Italia, kini menukangi tim nasional Italia. Spalletti menggantikan Roberto Mancini yang mengundurkan diri. Meski memiliki waktu yang relatif singkat, sekitar sembilan bulan, Spalletti bertekad untuk mengubah pendekatan taktis Italia menjadi lebih agresif dan proaktif.
Spalletti mengungkapkan bahwa dia terinspirasi oleh kesuksesan Inter Milan yang memenangkan Liga Italia dan Atalanta yang meraih gelar Liga Europa. Kedua tim ini dikenal dengan pendekatan taktis yang agresif dan menekan lawan dengan tiga bek. Spalletti berharap bisa menerapkan pendekatan serupa di tim nasional Italia. "Kami sering dikenal dengan pertahanan yang kuat dan serangan balik. Namun, di Italia, kami sedang mengubah pendekatan kami. Kami ingin pemain kami lebih maju, tidak hanya menunggu. Kami ingin menekan, membangun permainan, dan mencoba mencegah lawan untuk membangun serangan sebagai sebuah tim," ujar Spalletti.
Tidak ketinggalan, Spanyol juga memiliki pelatih debutan di Euro 2024. Luis De La Fuente, yang berhasil membawa Spanyol memenangkan UEFA Nations League 2022, kini memimpin tim nasional Spanyol di turnamen ini. De La Fuente membawa harapan baru bagi Spanyol dengan mengandalkan generasi muda yang penuh bakat. Dengan begitu banyak pelatih muda dan debutan, Euro 2024 dipastikan akan menjadi turnamen yang menarik untuk diikuti. Julian Nagelsmann, dengan segala kelebihan dan tantangannya, menjadi salah satu sosok yang paling dinantikan. Mampukah dia membawa Der Panzer kembali ke puncak kejayaan di tanah sendiri? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Yang pasti, perjalanan Nagelsmann di Euro 2024 akan menjadi salah satu cerita menarik yang patut ditunggu-tunggu.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi