JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Liga 1 akan bergulir pada Agustus mendatang. Menyambut kompetisi teratas sepakbola Indonesia itu, PSSI mengeluarkan sejumlah keputusan penting.
Kamis (20/6/2024), PSSI dalam jumpa pers di Menara Danareksa Jakarta siap menggelar Liga 1 dengan menerapkan sejumlah regulasi yang sebelumnya telah berlaku.
Selain itu, jadwal pertandingan Liga 1 juga telah dirilis agar persiapan tim peserta bisa lebih matang. Berikut ini sejumlah keputusan PSSI terkait Liga 1 musim 2024/2025.Baca Juga: Rilis Film Konser ‘BLACKPINK WORLD TOUR (BORN PINK) IN CINEMAS’ di Lebih dari 110 Negara, BLACKPINK Bakal Pecahkan Rekor
1. Persib vs PSBS Biak jadi laga pembuka
Juara bertahan Persib Bandung melawan juara Liga 2 2023/2024 PSBS Biak akan menjadi laga pembuka Liga 1 Indonesia musim 2024/2025.
"Bahwa kick-off Liga 1 musim depan akan dilakukan 9 Agustus di Bandung, di mana Persib Bandung akan bertemu dengan juara Liga 2 musim lalu PSBS Biak," kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus.
2. Sinkronisasi jadwal liga dengan agenda Timnas Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan pihaknya dan PT Liga Indonesia Baru telah menyinkronkan jadwal kompetisi liga dengan agenda Timnas Indonesia.Baca Juga: Banjir di Jalan Arifin Achmad, Pengendara Sepeda Motor Harus Pindah Jalur agar Selamat
Erick mengatakan Liga Indonesia bisa saja dihentikan atau diliburkan saat tim nasional mengikuti suatu kompetisi. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa Liga Indonesia tetap bergulir meski Timnas Indonesia bertanding.
"Setelah diskusi panjang, mapping berkali-kali, liga bersama PSSI, kini bisa dipastikan bahwa kalender tiga tahun ke depan, kemungkinan tidak ada perubahan lagi. Di mana ada slot untuk liga yang kita hormati, tetapi ada slot untuk timnas,” kata Erick.
3. Championship Series tidak digunakan lagi
Liga 1 musim 2024/2025 tidak akan menggunakan format Championship Series seperti pada Liga 1 musim lalu. Menurut PT Liga Indonesia Baru (LIB), format tersebut tidak digunakan lagi karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan satu musim kompetisi.
"Sebenarnya bukan tidak baik ya (format Championship Series), ini banyak slot kebutuhan tim nasional yang harus dipenuhi," kata Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus.
4. Penerapan club licensing bagi kontestan Liga 1
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa penerapan club licensing dari PT LIB kepada klub-klub peserta Liga 1 akan tetap dilakukan agar klub-klub tanah air dapat mengikuti standar Asia.
“Tentang club licensing, tidak mungkin kita mau punya liga yang terpandang di Asia Tenggara, di Asia, tapi klubnya tidak standar,” kata Erick Thohir.
5. Liga 1 menggunakan wasit asing dan VAR
PT Liga Indonesia Baru memastikan Liga 1 musim depan tetap menggunakan wasit asing, dan strata mereka tetap sama dengan wasit lokal.
"Oh, stratanya sama seperti kemarin. Ada dari Jepang sama ada dari luar Jepang," kata Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus.
Selain bakal tetap menggunakan wasit asing, Liga 1 2024/2025 juga dipastikan akan menggunakan teknologi video assistant referee (VAR).
6. Suporter tandang dilarang hadir
Liga 1 musim depan masih memberlakukan larangan penonton tandang datang ke stadion tim tuan rumah. Hal itu masih diterapkan karena sepakbola Indonesia masih berada di bawah pengawasan FIFA, setelah beberapa kasus kerusuhan yang melibatkan oknum suporter sepakbola.
“Kita juga tidak boleh menutup mata, saya rasa beberapa pertandingan di liga di tahun kemarin pun masih banyak isu-isu yang suporter terluka. Bahkan ada pimpinan polisi terluka," ungkap Erick Thohir.
Selain itu, di kesempatan yang sama, Erick juga meminta para pelaku dan semua pihak yang terlibat dalam pengaturan pertandingan atau match fixing agar dijatuhi hukuman keras, demi membawa sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.***
Editor : RP Edwar Yaman