Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Turnamen Finalissima yang Bakal Pertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal Berpotensi Gagal Digelar

Redaksi • Senin, 15 Juli 2024 | 15:38 WIB
Potret Lionel Messi dan Lamine Yamal yang akan bertemu di Finalissima 2025.
Potret Lionel Messi dan Lamine Yamal yang akan bertemu di Finalissima 2025.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Turnamen Finalissima yang akan mempertemukan Argentina dan Spanyol pada 2025 diprediksi menjadi salah satu ajang sepakbola yang paling dinantikan. Finalissima, yang mempertemukan juara Euro 2024 dan Copa America 2024, menjadi satu-satunya turnamen utama antarnegara yang melibatkan UEFA dan CONMEBOL pada tahun tersebut.

Menariknya, turnamen ini juga akan menjadi saksi pertemuan antara Lionel Messi dan wonderkid Lamine Yamal, serta Argentina yang berpotensi meraih gelar Finalissima terbanyak sepanjang sejarah.

Berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati oleh UEFA dan CONMEBOL pada 2021, Finalissima bakal digelar satu tahun setelah Piala Konfederasi yang diselenggarakan oleh FIFA.

Namun, karena kejuaraan yang mempertemukan juara dari tiap konfederasi tersebut masih belum dirilis oleh FIFA, Finalissima berpotensi digelar pada 2025. FIFA sendiri memiliki agenda resmi pada 2025, yakni Piala Dunia Antarklub dengan format baru yang akan digelar di Amerika Serikat. Oleh karena itu, hal tersebut bisa membuat Finalissima edisi keempat urung digelar pada 2025.

Argentina, yang menjadi wakil CONMEBOL setelah menjuarai Copa America 2024, merupakan juara bertahan Finalissima. Pada edisi 2022, Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Italia dengan skor 3-0 di Stadion Wembley, Inggris. Di edisi keempat yang berpotensi digelar pada 2025, La Albiceleste bakal menghadapi Spanyol.

Finalissima 2025 kemungkinan besar akan digelar di Amerika Serikat sebagai persiapan untuk Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, negara lain juga bisa menjadi alternatif karena pada periode Juni-Juli 2025 terdapat turnamen Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat dengan format baru.

Argentina memiliki gelar Finalissima terbanyak dalam tiga edisi yang sudah digelar. La Albiceleste tercatat sukses meraih gelar pada 1993 dan 2022. Sementara itu, Prancis menjadi satu-satunya negara Eropa yang berhasil memenangi turnamen yang mempertemukan juara Euro dan Copa America tersebut.

Finalissima bukanlah turnamen rutin yang digelar setelah Euro dan Copa America. Edisi pertama berlangsung pada 1985. Setelah itu, edisi kedua baru digelar lagi pada 1993, atau setelah delapan tahun. Bahkan, kemudian jarak antara edisi kedua dan ketiga mencapai 29 tahun.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada rilis resmi dari UEFA maupun CONMEBOL mengenai penyelenggaraan Finalissima 2025. Namun, jika kembali digelar, Spanyol sebagai juara Euro 2024 bakal menghadapi Argentina, yang berstatus sebagai juara Copa America 2024.

Jika Finalissima 2025 benar-benar dilaksanakan, kejuaraan tersebut berpotensi menjadi panggung terakhir Lionel Messi, sekaligus debut Lamine Yamal dalam kejuaraan antarkonfederasi. Messi, yang menjadi bagian dari La Albiceleste saat mengalahkan Italia, berpeluang meraih dua gelar Finalissima beruntun.

Argentina akan jadi wakil CONMEBOL di Finalissima 2025 karena berhasil menjadi juara Copa America 2024 usai menumbangkan Kolombia. Gelar tersebut sekaligus menjadi raihan ke-16 Le Albiceleste sekaligus membuat mereka jadi tim paling sukses di turnamen tersebut.

Spanyol, di lain pihak, berhak menjadi wakil UEFA dalam Finalissima 2025 setelah memenangi Euro 2024. La Furia Roja mengalahkan Inggris di final dengan skor 2-1, sekaligus menjadi gelar Piala Eropa keempat mereka sepanjang sejarah. Oleh sebab itu, Finalissima 2025 benar-benar menjadi pertemuan dua tim terbaik Eropa dan Amerika Selatan. Pasalnya, keduanya merupakan negara dengan koleksi gelar konfederasi terbanyak, yakni empat Piala Eropa untuk Spanyol, dan 16 Copa America untuk Argentina.

Berikut ini adalah perkiraan jadwal dan negara penyelenggara Finalissima 2025: Argentina vs Spanyol berpotensi berhadapan di Amerika Serikat, antara Juni-Juli 2025.

Fakta Unik Turnamen Finalissima:
Awalnya, turnamen ini dikenal sebagai Piala Artemio Franchi, yang dinamai sesuai dengan mantan Presiden UEFA yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada 1983. Dalam sejarahnya, Finalissima mempertemukan juara dari CONMEBOL dan UEFA. Di edisi 2025, juara bertahan Piala Eropa, Spanyol, akan melawan juara bertahan Copa America, Argentina.

Baru dua edisi Finalissima yang telah berlangsung, yakni pada 1985 dan 1993. Pada 1985, tuan rumah, Prancis, mengalahkan Uruguay dengan skor 2-0 di Parc des Princes dari gol yang dicetak oleh Dominique Claude Rocheteau dan Jose Toure. Kemudian pada 1993 di Estadio Jose Maria Minella, Argentina menang 5-4 lewat drama adu penalti melawan Denmark setelah laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Dua gol itu dicetak oleh gol bunuh diri bek Argentina, Nestor Craviotto, dan gol Claudio Caniggia.

Tidak ada alasan pasti mengapa Finalissima dihapuskan atau tidak diteruskan sejak 1993. Namun, kesepakatan antara UEFA dan CONMEBOL mengembalikan turnamen ini pada 2022. Format laga Finalissima adalah satu pertandingan tanpa leg satu atau dua, dan tidak ada tambahan waktu jika laga berakhir imbang di waktu normal. Artinya, laga akan berlanjut ke drama adu penalti setelah 90 menit berakhir.

Piala Konfederasi FIFA, yang merupakan turnamen yang biasanya digelar beberapa bulan sebelum Piala Dunia berlangsung dan mempertemukan juara di tiap benua, terinspirasi dari Finalissima atau Piala Artemio Franchi, yang mempertemukan dua negara juara di benuanya masing-masing. Pada 1992 dan 1995, kompetisi diatur oleh Arab Saudi sebelum FIFA mengambil alih pada 1997. Ada delapan edisi dari kompetisi di antara 1997 dan 2020 setelah kompetisi sebelumnya dihentikan. Jerman menjadi juara terakhir Piala Konfederasi pada 2017.

Mengingat Finalissima terakhir terjadi pada tahun 1993 dan Argentina menang adu penalti, Albiceleste merupakan juara bertahan Finalissima. Pada tahun 1993, Argentina dilatih oleh Alfio Basile dan memiliki kapten legenda sepak bola dunia, Diego Maradona. Kini Argentina dibesut oleh Lionel Scaloni dan dipimpin oleh Lionel Messi. Mereka akan menantang Spanyol arahan Luis de la Fuente yang tengah membangun kembali kejayaan La Furia Roja untuk Piala Dunia 2026.

Laga melawan Argentina di Finalissima akan menjadi spesial bagi wonderkid berusia 17 tahun, Lamine Yamal, yang akan bertemu dengan legenda yang sempat memandikannya ketika kecil di markas Barcelona, Lionel Messi.

Lionel Messi dan Lamine Yamal, yang usianya terpaut 20 tahun, akan sama-sama menunjukkan kualitas bintang beda generasi di sepak bola dunia. Pertemuan antara Messi dan Yamal dalam Finalissima 2025 ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, tidak hanya oleh para penggemar Argentina dan Spanyol, tetapi juga oleh pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#lionel messi #finalissima #lamine yamal