PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kontingen Riau menambah perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Dua emas, tiga perak, dan dua perunggu berhasil diraih, Kamis (12/9). Namun, Riau harus rela terlempar dari 10 besar klasemen sementara perolehan medali.
Riau menempati peringkat 11 dengan perolehan 8 emas, 9 perak, dan 13 perunggu. Riau tertinggal satu keping emas dari Banten yang berada di posisi 11 dengan 9 emas, 6 perak, dan 16. Puncak klasemen masih diduduki Jawa Timur yang mengumpulkan 61 emas, 50 perak, dan 50 perunggu.
Tambahan dua medali emas Riau dipersembahkan atlet anggar Ayu Pani dan M Fatah Prassetyo. Sedangkan perak disumbangkan atlet dayung Nopriadi (di nomor man kayak 1 dan nomor man canoe 1) dan Ignatius Ariyo Subagia dari sepatu roda. Dua perunggu dipersembahkan atket anggar Nisa Aprawati di nomor degen perorangan putri dan pedayung Gathan Solehalbi dan Dzulyandri Aliyyu Shota dari light weight double sculls (LM2X).
Berlaga di GOR Anggar Kompleks Stadion Harapan Bangsa Lhongraya, Banda Aceh, Rabu (11/9) malam, Ayu Pani berhasil mengalahkan Mery Ananda dari Kalimantan Barat (Kalbar). Sedangkan M Fatah Prassetyo yang turun di floret perorangan putra mengalahkan Yudi Anggara Putra dari Aceh, Kamis (12/9).
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Riau sekaligus pelatih Anggar Riau, Hariyanto bersyukur atas hasil ini. ‘’Hingga saat ini kami sudah meraih 2 emas dan 3 perunggu. Hari ini (kemarin, red) kami berhasil meraih 1 emas dari M Fatah dan 1 perunggu dari Nisa Apriwati di degen perorangan putri,’’ ujarnya.
Hariyanto merasa puas dengan hasil yang telah dicapai oleh Ayu Pani sebab apa yang didapatkan Ayu sesuai dengan prediksi dari para pelatih. Meskipun dalam kondisi hamil, Ayu menang di final floret perorangan putri dengan nilai 15-12.
Bagi Ayu Pani, medali emas yang diraihnya ini tentunya akan dipersembahkannya bagi calon cabang bayinya, serta bagi kontingen Riau. Perjuangannya meraih medali emas ini tidaklah mudah. ‘’Pas final agak deg-degan, tapi saya percaya pada diri sendiri dan menjalani apa adanya. Dari 8 besar sampai final susah juga lawannya. Tentunya saya cukup bangga bisa meraih medali emas perorangan,” ucap Ayu Pani.
Selain bangga atas prestasi yang diraihnya, Ayu Puni juga merasa ada kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. Emas yang diraihnya ini akan menjadi kado istimewa bagi calon bayi yang sedang dikandungnya. “Emas ini buat calon bayi saya. Saya kan sudah nikah, ini untuk masa depan anak,” katanya.
Sementara itu, M Fatah Prassetyo mengucapkan syukur atas perolehan medali emas ini. “Ini emas pertama yang saya raih. Sebelumnya saya mendapatkan medali perunggu dan medali perak,” ujar Fatah usai bertanding.
Sementara itu, pelatih anggar Riau Zulkifli mengatakan, kans untuk menambah medali masih terbuka. ‘’Atlet kita masih akan bertanding. Ada delapan nomor lagi dan peluang menambah medali terbuka. Mohon doa dan dukungannya,’’ ujarnya.
Dari arena sepatu roda di Pidi, Banda Aceh, Ignatius Ariyo Subagia berhasil meraih medali perak nomor individual time trial 100 meter putra. Ignatius Ariyo mencatatkan waktu 9,816 detik. Sementara peraih emas, Allan Chandra dari Jawa Tengah mencatatkan waktu 9,798 detik. Medali perunggu diraih oleh Khanza Fazian dari Sumatera Utara dengan catatan waktu 9,953 detik.
Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Riau, Benny Saputra mengapresiasi hasil ini. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Ignatius Ariyo meraih medali perak. Lawannya di final memang cukup berat, terutama Allan Chandra yang merupakan atlet nasional dan pernah memperkuat Asian Games. Selisih waktunya tidak begitu jauh,” ujar Beni.
Beni juga menjelaskan bahwa tim sepatu roda Riau akan kembali bertanding di nomor tim sprint 500 meter dan nomor 3.000 meter. “Mudah-mudahan bisa meraih medali. Atlet kami yang turun di tim beregu ada empat orang, yaitu Ignatius Ariyo Subagia, Tengku Anggito Wibisono, Jovi Juliardo, dan M Radi Shiddiq Benova,” jelas Beni.
Ia berharap pencapaian di PON XXI ini dapat lebih baik dibandingkan PON Papua sebelumnya, di mana tim sepatu roda Riau hanya meraih medali perunggu. “Kami berharap atlet-atlet kami bisa meraih medali lagi. Mohon doanya agar di pertandingan berikutnya kami bisa memberikan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Di PON Aceh-Sumut ini Perserosi Riau menurunkan 5 atlet andalannya, mereka adalah Ignatius Ario Subagya, Tengku Anggito Wibisono, Jovi Juliardo, Muhammad Radi Shidiq Benova, Humairah Fajri.
Sementara itu, dari Bendungan Keuliling, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pedayung Riau menyumbangkan 2 medali perak dan 1 perunggu, kemarin.
Dua perak Riau kemarin dipersembahkan Nopriadi di nomor man kayak 1 dan nomor man canoe 1 (52-1-1). Sedangkan perunggu disumbangkan Gathan Solehalbi dan Dzulyandri Aliyyu Shota di light weight double sculls (LM2X).. ‘’Alhamdulillah, atllet kita berhasil menyumbangkan 2 perak dan 1 perunggu buat Riau hari ini (kemarin, red),’’ ujar Sekum PODSI Riau Khairul Rizal, Kamis (12/9).(dof/das)
Editor : Rindra Yasin