JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nama Kevin Diks jadi perhatian di Tanah Air. Bek tengah asal klub elite Denmark, Copenhagen itu disebut-sebut jadi pemain naturalisasi berikutnya Timnas Indonesia. Mantan pemain U-21 Belanda itu ternyata didekati dan dihubungi oleh PSSI. Yuk, kita simak profil mantan pemain Empoli dan Fiorentina yang sudah empat musim membela Copenhagen itu.
Kevin Diks Bakarbessy, begitu nama lengkap bek yang sudah mencetak 3 gol dan dua assist di 9 penmapilannya bersama Copenhagen di Liga Denmark. Dari nama belakangnya, sudah bisa ditebak. Pria bertinggi 186 cm itu punya darah Indonesia. Pasalnya, Bakarbessy merupakan salah satu marga dari Maluku. Tak heran bila dalam beberapa bulan atau setahun terakhir, nama Kevin Diks sudah sering dihubung-hubungkan memperkuat Timnas Indonesia.
Kevin Diks lahir di Apeldoorn, sebuah gemeente Belanda yang terletak di Provinsi Gelderland pada 6 Oktober 1996. Dia adalah salah satu pemain top klub liga elite Liga Denmark, FC Copenhagen. Klub di ibu kota Denmark itu rutin malang-melintang di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, dan termasuk tim tersukses di Denmark.
Nah, baru-baru ini, langkah Kevin Diks memperkuat Timnas Indonesia semakin dekat. Dia mengaku sudah dihubungi PSSI melalui sang agen.
"PSSI sudah menghubungi agen saya untuk pertama kali. Tentu sangat membanggakan karena mereka menganggap saya bisa menjadi tambahan berharga untuk tim,” ucap Diks dalam wawancaranya dengan Bold DK, media besar di Denmark.
Kevin Diks diketahui mulai meniti karier sebagai pemain bola profesional bersama klub muda VIOS Vaassen pada 2002-2004. Dia kemudian hengkang ke akademi sepakbola lokal kotanya, AGOVV Apeldoorn. Karier Kevin Diks di sana berlangsung selama satu tahun.
Kemudian pada 2005, asa Kevin Diks jadi pemain profesional kian jelas dengan akademi sepak bola Vitesse. Dia menimba ilmu di klub yang berbasis di Arnhem, Belanda, itu selama hampir satu dekade.
Berbagai tim kelompok usia Vitesse pun pernah ia rasakan mulai dari U-17 hingga U-19. Pada 2014, tim utama Vitesse akhirnya melirik Kevin Diks. Dia pun memulai karier profesionalnya. Dua tahun kemudian, Diks dilirik oleh klub Italia, Fiorentina. Dia pun langsung ditebus oleh klub Serie A Italia itu dengan mahar 2,9 juta euro.
Tapi, kebersamaannya di Fiorentina tak begitu mulus. Dia banyak menjalani karier dengan dipinjamkan ke sejumlah klub. Mulai dari Vitesse, Feyenoord, Empoli, Aarhus GF (Denmark). Penampilan yang ditorehkan bersama La Viola, julukan Fiorentina, pun hanya dua kali.
Kevin Diks pun akhirnya hengkang. Dia meninggalkan Fiorentina untuk bergabung dengan FC Copenhagen pada musim 2021/2022. Keputusan hengkang itu terbilang tepat. Kevin Diks tak perlu lama untuk melakoni debut untuk FC Copenhagen, karena dia sudah mulai bertanding pada 18 Juli 2021 melawan AaB di 3F Superliga.
Hingga kini, Kevin Diks sudah jadi andalan dan hampir tak tergantikan di FC Copenhagen. Total 143 pertandingan sudah dimainkan dengan torehan 16 gol bersama klub pemilik 15 gelar Liga Denmark tersebut.
Selain itu, pemain yang bisa bermain sebagai bek kiri dan bek kanan itu juga sudah pernah merasakan bermain di Liga Champions. Dari 143 laga, 14 di antaranya dia bermain di kompetisi sepakbola kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Lawan yang dihadapi Kevin Diks di Liga Champions pun tak sembarangan. Sejumlah klub raksasa Eropa pernah dia hadapi bersama Copenhagen, mulai dari Borussia Dortmund, Sevilla, Manchester City, Manchester United, hingga Bayern Munchen.
Sementara untuk level internasional, Kevin Diks pernah memperkuat Timnas Belanda di berbagai kelompok usia. Dia memulai debutnya untuk Timnas Belanda U-19 pada 9 Oktober 2014 dan mencatatkan 4 kali penampilan.
Kemudian Kevin Diks memainkan 5 pertandingan di Timnas Belanda U-20, serta terakhir pada 2016, dia dipanggil Belanda U-21 dan total mencatatkan 7 penampilan. Sayang, pemanggilan Timnas Belanda itu tidak berlanjut hingga level senior. Kevin Diks tak kunjung mendapat tawaran untuk tim utama De Oranje hingga saat ini.***
Editor : RP Edwar Yaman