Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PSSI Yakin FIFA Akan Tolak Permintaan Bahrain Main di Tempat Netral, Presiden AFC Ternyata dari Bahrain

Redaksi • Selasa, 22 Oktober 2024 | 07:45 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi saat memberikan keterangan terkait Timnas Indonesia di Kemenpora RI.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi saat memberikan keterangan terkait Timnas Indonesia di Kemenpora RI.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PSSI memiliki keyakinan besar bahwa FIFA tidak akan memenuhi permintaan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) soal duel kontra Timnas Indonesia digelar di tempat netral.

"Soal Bahrain, Presiden AFC (dari Bahrain), itu bisa saja jadi sesuatu yang berbahaya buat AFC. Makanya saya tidak yakin FIFA akan menyetujui karena kita tahu dan saya sudah 15 tahun di sepak bola," kata Sekretaris Jenderal (Sekjend) PSSI Yunus Nusi ditemui di Kemenpora RI.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebelumnya telah memberikan keterangan resmi terkait keinginan BFA yang meminta pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain digelar di tempat netral pada 25 Maret 2025. Permintaan itu muncul menyusul serangan siber yang dilakukan warganet dan penggemar Timnas Indonesia.

Akun media sosial BFA dan Timnas Bahrain memang jadi bulan-bulanan warganet dan penggemar Timnas Indonesia. Akun Konfederasi Sepak Bola Asia (BFA) juga menjadi jadi sasaran. Serangan itu muncul setelah Timnas Indonesia gagal menang dan harus puas bermain imbang 2-2 pada 10 Oktober lalu.

BFA kemudian mengajukan permintaan pindah venue karena takut keamanannnya di Indonesia tidak terjamin. AFC pun meresponsnya dengan mengutuk keras serangan daring tersebut dan menyebut akan membahas masalah itu bersama FIFA dan PSSI serta BFA.

Yunus Nusi mengetahui bahwa kemungkinan itu bisa disetujui oleh AFC mengingat presiden AFC, Salman bin Ibrahim Al Khalifa berasal dari Bahrain. Di satu sisi, dia yakin hal itu tidak akan disetujui FIFA.

Menurut Yunus, FIFA tak akan merestui pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain digelar di tempat netral pada 25 Maret 2025 mendatang. Sebab jika FIFA memberikan persetujuan, maka kehebohan akan terjadi dan publik sepak bola dunia akan menyoroti hal itu.

"Presiden FIFA saja dari Italia dan tidak mungkin dia berani berpihak karena sepak bola itu disorot oleh dunia," tambah Yunus Nusi.

Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo juga telah mengatakan bahwa FIFA telah memastikan duel Timnas Indonesia vs Bahrain tetap digelar di Indonesia. Dito menyebut tidak ada alasan duel pada 25 Maret 2025 itu diselenggarakan di luar Indonesia.

"FIFA pastikan pertandingan tetap di Indonesia, harus di Indonesia, kalau tidak menang walk out (WO)," kata Dito Ariotedjo.

Selain itu, Dito juga telah memberikan jaminan bahwa tim Bahrain akan aman selama ada di Jakarta atau Indonesia saat melakoni laga tandang kontra skuad Garuda. Jadi tak ada alasan mereka menolak bermain di Indonesia.

"Kami menjamin tim Bahrain ketika bermain di Indonesia tak akan ada ancaman dan keamanannya pasti terjadi. Jadi klaim-klaim dari pihak Bahrain yang mengatakan tidak ada rasa aman bermain di Indonesia kita pastikan tidak ada potensi ancaman atau keamanan yang membahayakan, jadi seharusnya tidak ada alasan," jelas Dito.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#pssi #bahrain #fifa #afc #timnas